SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Persoalan defisit daya menjadi salah satu titik utama yang disorot dalam gangguan listrik berulang di Kepulauan Meranti. PLN kini menyiapkan tambahan mesin pembangkit dengan total kapasitas hampir 3,2 megawatt (MW) untuk memperkuat sistem kelistrikan di sejumlah wilayah.
Rencana tersebut disampaikan Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Dumai Ahmad Meidiansyah dalam pertemuan bersama Pemkab Meranti dan Forkopimda, Selasa (15/9/2026).
Ahmad menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah daerah dan masyarakat atas gangguan listrik yang terjadi. Ia menjelaskan keandalan sistem kelistrikan dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari jaringan, pembangkitan hingga operasional di lapangan.
Baca Juga: Bupati dan Ketua DPRD Kompak Desak PLN Segera Atasi Krisis Listrik di Meranti
Dari sisi jaringan, PLN menyebut gangguan pada penyulang sepanjang Juli hingga Agustus 2026 telah ditekan sekitar 50 persen. Penanganan juga dilakukan terhadap pepohonan yang berada di sekitar jalur jaringan listrik atau Right of Way (ROW). Prioritas diberikan pada jalur yang memasok fasilitas vital seperti rumah sakit, Polres, Kodim dan DPRD.
Namun, persoalan belum selesai karena keterbatasan kapasitas pembangkit masih menjadi pekerjaan rumah. Untuk itu, izin prinsip penyewaan mesin pembangkit berkapasitas 2 MW di PLTD Lemang telah diterbitkan. Mesin tersebut ditargetkan masuk pada 19 Oktober 2026.
Sambil menunggu mesin utama tersebut tiba, PLN dan operator menyiapkan tambahan mesin lain untuk menutup defisit daya. Dua unit mesin berkapasitas 400 kilowatt (kW) dan 250 kW telah diberangkatkan dari Pekanbaru menuju Lemang. Keduanya ditargetkan tiba pada 19 September 2026 dan langsung dioperasikan untuk membantu memperkuat pasokan.
Baca Juga: Kampar Kembangkan Padi Lokal, Ditargetkan Bisa Panen Tiga Kali Setahun
Tidak berhenti di situ. Pada 24 September 2026, PLN juga dijadwalkan mendatangkan satu unit mesin baru berkapasitas 500 kW jenis Komatsu. Jika seluruh rencana itu terealisasi, tambahan daya akan menjadi salah satu upaya untuk mengurangi tekanan pada sistem kelistrikan Meranti sembari menunggu mesin sewa 2 MW beroperasi.
Setelah mesin 2 MW masuk dan beroperasi di Lemang, PLN berencana melakukan redistribusi mesin yang sebelumnya berada di lokasi tersebut. "Satu unit untuk Tanjung Samak dan satu unit untuk Melibur," jelas perwakilan operator.
Sebelumnya, dua unit genset juga telah dikirim ke Melibur, Kecamatan Merbau, dan disebut sudah mulai beroperasi.
Baca Juga: Dekatkan Jajaran Skutik Unggulan, Honda AT Family Day Tarik Perhatian Pengunjung Mal SKA
Penambahan daya tidak hanya diarahkan ke Lemang. Dalam kesepakatan bersama Pemkab Meranti dan Forkopimda, PLN juga menyatakan akan memperkuat sejumlah pembangkit di Lemang, Teluk Belitung, Tanjung Samak dan Teluk Buntal melalui pengadaan mesin baru maupun pemanfaatan mesin yang masih dinilai layak.
Manajer UP3 Dumai mengatakan hasil pertemuan dan kesepakatan tersebut akan diteruskan kepada General Manager PLN untuk ditindaklanjuti.
Editor : Rinaldi