Tidak sepenuhnya dipahami mengapa gerakan berulang seperti menggerakkan atau menggoyangkan kaki membantu dalam situasi ini, namun para ahli percaya bahwa orang mungkin menggoyangkan kaki mereka secara tidak sengaja sebagai cara untuk menyeimbangkan emosi, terutama bagi orang yang kebetulan mengalami neurodivergent.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa dengan autisme menggunakan gerakan berulang untuk membantu mengelola ketidakpastian dan kecemasan dengan cara yang sama.
Terdapat banyak kemungkinan penyebab orang menggerakkan dan menggoyangkan kakinya saat di duduk di kursi. Bisa jadi hal itu sebagai tanda dari kebosanan, kecemasan, hingga kondisi neurologis.
Jika Anda menyadari bahwa Anda sering menggoyangkan kaki, mungkin penting untuk memperhatikan aspek-aspek tertentu mengapa orang menggoyangkan kakinya?
Beberapa penyebab kaki gemetar tidak perlu dikhawatirkan, sementara penyebab lainnya mungkin memerlukan perawatan dokter. Kaki Anda mungkin gemetar karena salah satu alasan berikut menurut Better Help dikutip oleh JawaPos.com, Senin (20/5):
1. Kebosanan
Kebosanan bisa menjadi cara tubuh memberitahu Anda bahwa Anda tidak menerima rangsangan. Menggerakkan atau menggoyangkan kaki dapat memberikan rangsangan yang cukup untuk mengalihkan perhatian Anda dari situasi membosankan apapun yang Anda alami. Tampaknya hal itu dapat meredakan ketegangan saat Anda duduk diam.
2. Konsentrasi
Beberapa orang mungkin secara tidak sadar menggoyangkan kaki mereka saat berkonsentrasi atau mencoba menerima informasi saat belajar, menulis, atau bekerja di depan komputer.
3. Energi gugup dan kecemasan
Jika Anda merasa gugup menjelang suatu pertemuan tetapi perlu tampil tenang dan percaya diri, kaki Anda mungkin gemetar sebagai pelampiasan energi gugup Anda, sementara seluruh tubuh Anda tampak siap secara profesional.
Gemetar kaki sering kali dapat diartikan sebagai ekspresi kecemasan yang dapat diterima. Berteriak biasanya tidak dapat diterima secara sosial di ruang tunggu rumah sakit, pertemuan bisnis, atau ruang sidang, sehingga menjadikannya cara yang lebih halus untuk melepaskan kecemasan.
4. Kondisi medis
Dalam beberapa kasus, gerakan kaki yang berulang-ulang dapat menjadi gejala dari kondisi medis yang mendasarinya. Contoh kondisi tersebut meliputi:
Baca Juga: Tanggapi Doa Nambah Kursi Menteri PAN, Prabowo: Masuk itu Barang
- Kerusakan saraf atau otak
- Masalah tiroid
- Sindrom kaki gelisah (RLS), yakni di mana seseorang merasakan dorongan yang tidak terkendali menggerakkan kakinya untuk mengurangi rasa gatal, pegal, atau perasaan tidak menyenangkan lainnya.
- Penyakit Parkinson atau multiple sclerosis, yakni gangguan sistem saraf yang mengganggu kemampuan seseorang untuk secara sadar mengendalikan anggota tubuh dan ekstremitasnya dan dapat menyebabkan tremor atau tics yang tidak dapat dikendalikan.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi