PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Anda penggemar masakan Padang? Hati-hati, ada bahaya mengintai di balik terlalu sering mengonsumsi masakan Padang.
Nasi padang menjadi favorit kebanyakan masyarakat Indonesia. Selain rasanya enak, keberadaan restoran atau rumah makan padang mudah ditemukan karena menjamur hampir di seluruh kota di Indonesia.
Untuk Anda ketahui, salah satu kuliner Indonesia yang paling dibanggakan dan menjadi favorit hampir semua orang adalah masakan Padang.
Bahkan yang membanggakan, masakan rendang dari Padang dinobatkan oleh CNN Travel sebagai makanan terlezat nomor 1 di dunia sejak tahun 2011 hingga sekarang.
Di balik kelezatan nasi padang, Anda harus hati-hati karena ada sejumlah bahan tinggi lemak yang berpotensi memicu kolesterol.
• Kalori nasi padang
Memiliki cita rasa khas dengan perpaduan santan dan rempah yang kuat membuat pecinta nasi padang tidak pernah bosan untuk menyantap.
Satu piring nasi padang sendiri biasanya terdiri dari nasi, sayur, sambal, daging atau ayam, dan disiram kuah gulai yang pasti mengenyangkan.
Meskipun demikian, Anda jangan semata-mata terlena dengan rasa tetapi juga perlu memperhatikan jumlah kalori yang dimakan.
Mengutip Fatsecret, dalam sebungkus atau sepiring nasi padang terkandung sekitar 664 kalori. Padahal asupan kalori harian yang dianjurkan adalah 2000 kkal/hari untuk wanita dan 2500 kkal untuk pria.
Artinya, menyantap sebungkus atau sepiring nasi padang dapat menyumbang kira-kira 30 persen dari total jumlah kalori harian yang terbilang tinggi.
Kalori nasi padang yang cukup tinggi ini karena mengandung minyak, santan, dan lemak sehingga tidak sehat bila dikonsumsi setiap hari.
Sementara itu, total kalori nasi padang bisa berubah tergantung pada lauk-pauk apa yang Anda pilih.
• Kolesterol tinggi
Sebagian besar menu hidangan nasi padang, seperti gulai, rendang, atau sayur mengandung santan yang dapat menyebabkan kolesterol.
Diketahui, santan mengandung lemak jenuh yang jika dikonsumsi terus-menerus akan menumpuk pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak.
The American Heart Association merekomendasikan agar orang-orang menghindari lemak jenuh karena dapat meningkatkan kolesterol dan juga mempengaruhi kesehatan jantung.
Kebanyakan menu jeroan, seperti usus, paru, otak, tunjang yang biasanya dihidangkan sebagai lauk-pauk dalam nasi padang mengandung kadar kolesterol LDL dan HDL yang lebih tinggi.
Dilansir dari International Journal of Circumpolar Health, jeroan memiliki sekitar 65 persen kadar kolesterol di atas ambang. Tentu, hal ini bukan hanya menjadi perhatian orang-orang yang memiliki kolesterol tinggi.
Bahaya yang mengintai jika Anda secara terus menerus mengonsumsi nasi Padang, berikut efek negatifnya bagi kesehatan:
1. Penyakit jantung dan stroke
Selain dapat disebabkan hipertensi, penyakit jantung dan stroke juga dapat disebabkan oleh kolesterol tinggi. Berbagai menu dalam masakan Padang seperti rendang, gulai ayam, gulai kambing, jeroan dan gorengan, serta makanan laut diketahui mengandung tinggi lemak, terutama kolesterol jahat (LDL). Ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
2. Hipertensi
Rata-rata masakan Padang memiliki rasa yang asin. Terlalu banyak mengonsumsi garam dapat meningkatkan risiko hipertensi atau darah tinggi, terlebih apabila Anda memiliki riwayat keluarga yang juga menderita tekanan darah tinggi. Hipertensi dapat menjadi faktor risiko penyakit jantung, stroke, dan ginjal.
3. Kolesterol tinggi
Beragam menu dalam masakan Padang diketahui mengandung kolesterol yang tinggi, terutama kolesterol jahat atau LDL. Selain dimasak menggunakan santan yang tinggi lemak, penyumbang lemak yang lainnya adalah kambing, jeroan, gorengan, dan makanan laut.
Apabila Anda terlalu sering mengonsumsi makanan Padang tanpa diimbangi dengan konsumsi buah, sayur, dan olahraga teratur, maka dikhawatirkan kadar kolesterol Anda dapat meningkat.
4. Berat badan naik
Nasi Padang terkenal dengan porsinya yang besar. Selain itu, apabila Anda menyantap masakan Padang langsung di rumah makan Padang, Anda akan dihadapkan kepada berbagai hidangan yang tersaji di meja. Cara ini dapat membuat Anda “kalap” untuk menyantap semua makanan yang dihidangkan.
Akibatnya, asupan kalori dan lemak yang masuk ke tubuh menjadi tidak terkontrol. Jika Anda terlalu sering menyantap masakan Padang, tidak heran jika angka timbangan akan bergeser ke kanan dengan cepat.
5. Diare
Selain terkenal dengan kandungan lemaknya yang banyak, masakan Padang juga dikenal pedas. Kombinasi lemak dan pedas dapat membuat Anda diare jika tidak berhati-hati. Terlalu banyak makan lemak dapat membuat diare karena tubuh tidak dapat menyerap semua lemak yang begitu banyak. Akibatnya, lemak yang tidak terserap dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan mengakibatkan diare. Sementara itu, rasa pedas – terutama yang ekstra – dapat mengiritasi lambung dan meningkatkan asam lambung, yang juga dapat menyebabkan diare.
6. Asam urat
Beragam sayur-sayuran yang biasa terhidang di meja rumah makan Padang juga memiliki kadar purin tinggi yang dapat menyebabkan penyakit asam urat. Selain itu, sayur-sayuran tersebut juga umumnya dimasak dengan santan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol Anda.
Tips aman makan nasi padang tanpa takut kolesterol tinggi
1. Konsumsi buah dan air putih sebelum makan
Selain terhindar dari rasa kalap, mengkonsumsi buah sebelum makan juga memastikan penyerapan nutrisi yang lebih baik.
Melansir situs Pusat Kesehatan Universitas Putra Malaysia, buah-buahan mengandung gula yang membutuhkan waktu lama untuk dicerna dan diserap.
Oleh karena itu jika dibandingkan dengan makan buah setelah makan, nutrisi dari buah lebih baik dicerna dan diserap jika dikonsumsi sebelum makan.
Sementara itu, minum satu gelas air putih 30 menit sebelum makan untuk membantu melancarkan pencernaan.
2. Kurangi porsi nasi
Biasanya orang-orang cenderung kalap saat hendak makan masakan padang karena bumbunya yang menggugah selera.
Apalagi saat mau makan di rumah atau dibawa pulang, biasanya porsi nasi yang dipesan jauh lebih banyak daripada porsi yang dimakan langsung di restoran.
Nah, agar jumlah kalori harian Anda tetap aman dan terkendali, sebaiknya mengurangi porsi nasi padang atau memesan setengah porsi saja.
Faktor lainnya, nasi juga membuat lebih cepat mengantuk karena kalori dan gula di dalamnya yang cukup tinggi.
3. Pilih satu menu saja
Aneka lauk-pauk yang terpajang di etalase rumah makan padang memang selalu berhasil menggugah selera. Rasanya ingin semua lauk dicicipi, ya kan?
Eh, tapi ingat Anda hanya perlu memilih satu menu saja karena kebanyakan menu masakan padang terbuat dari santan dan berlemak sehingga mengandung kolesterol.
Untuk menghindari lemak jenuh berlebih dan kolesterol tinggi, pilih menu yang lebih sehat saat makan nasi padang, seperti ayam pop atau ikan asam padeh.
4. Jangan minum manis
Hindari minum minuman manis dan dingin ketika makan nasi padang, apalagi jus alpukat atau mangga dengan kalori tinggi.
Jika ingin minum jus buah lain, sebaiknya jangan memakai banyak gula. Namun, sebaiknya minum air putih atau teh tawar hangat untuk menetralisir lemak.
5. Kurangi santan
Seperti yang Anda ketahui, bahwa masakan padang memiliki ciri khas bersantan, berlemak, dan berminyak.
Oleh karena itu, hindari mencampur kuah santan saat menyantap nasi padang supaya kadar kolesterol tetap terjaga.
Laporan: Edwir S (Pekanbaru)
Editor : RP Edwir Sulaiman