JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kolesterol terlalu tinggi berdampak besar kepada kesehatan tubuh. Fungsi metabolisme tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga bisa mengalami penumpukan lemak di pembuluh darah.
Dikutip dari Hallo Doc, penumpukan ini lama kelamaan dapat membesar dan menyulitkan aliran darah melalui arteri. Kadar kolesterol tinggi ini tentu saja dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti serangan jantung, stroke, atau penyakit arteri perifer.
Gejala kolesterol tinggi sangat penting untuk dikenali dan memungkinkan penanganan segera dan mengurangi risiko komplikasi serius. Yuk simak gejala-gejala kolesterol tinggi yang perlu diwaspadai!
Gejala Kolesterol Tinggi
Pada kebanyakan kasus, kolesterol tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala khusus sampai komplikasi seperti stroke terjadi. Kendati demikian, ada beberapa kondisi yang patut diwaspadai sebagai tanda kolesterol tinggi, yaitu:
1. Rasa Sakit pada Rahang
Menurut American Heart Association, rasa sakit pada rahang termasuk sebagai gejala serangan jantung yang dipicu oleh kolesterol tinggi. Kondisi tersebut biasanya terjadi ketika suplai darah ke jantung atau otak sedang melambat atau tersumbat. Oleh sebab itu, sebaiknya segeralah memeriksakan diri ke dokter jika mengalami rasa sakit pada rahang yang tidak jelas penyebabnya.
2. Mudah Lelah
Plak di pembuluh darah yang muncul akibat tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat menyebabkan terhambatnya aliran darah ke jaringan tubuh. Hal inilah yang menjadi alasan pengidap kolesterol tinggi cenderung mudah merasa lelah. Nah, apabila kamu mengalami gejala kolesterol tinggi, Anda bisa mengatasinya dengan konsumsi obat-obatan.
3. Nyeri Dada
Nyeri dada juga dapat menjadi salah satu tanda atau gejala akan tingginya kolesterol. Hal ini lantaran tingginya kadar kolesterol dapat menimbulkan endapan yang berbahaya pada aterosklerosis atau dinding arteri. Akibatnya, endapan atau plak tersebut akan mengurangi aliran darah melalui arteri, sehingga menimbulkan keluhan seperti nyeri dada.
Baca Juga: Terong Belanda Kaya Akan Vitamin C dan Punya Banyak Manfaat, Salah Satunya Mencegah Obesitas
4. Timbulnya Xanthoma
Xanthoma adalah suatu kondisi pertumbuhan lemak yang berkembang di bawah kulit. Selain di bawah permukaan kulit, xanthoma juga dapat berkembang pada organ dalam.
Sebenarnya, xanthoma tidaklah berbahaya, tetapi tumbuhnya xanthoma merupakan gejala dari gangguan kesehatan tertentu. Misalnya seperti penyakit kronis diabetes atau indikasi akan kolesterol yang tinggi.
5. Disfungsi ereksi
Pada pria, salah satu gejala kolesterol tinggi adalah disfungsi ereksi. Penyebab paling umum dari disfungsi ereksi adalah aterosklerosis, yaitu penyempitan pembuluh darah.
Banyak faktor yang dapat menyebabkan aterosklerosis, termasuk kolesterol tinggi. Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan penumpukan kolesterol di arteri, yang pada gilirannya mempersempit pembuluh darah tersebut.
6. Sesak napas
Sesak napas merupakan salah satu gejala kolesterol tinggi yang penting untuk diperhatikan. Kondisi ini bisa menandakan bahwa jantung tidak mampu memompa darah sebanyak biasanya.
Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri, yang menyempitkan arteri tersebut. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah melalui arteri yang sempit, sehingga menimbulkan gejala sesak napas.
7. Kaki dan Tangan Mudah Kesemutan
Tingginya kadar kolesterol pada tubuh dapat membuat aliran darah menjadi kental dan memengaruhi aliran normal darah pada saraf. Nah, terjadinya gangguan pada aliran darah ke bagian tubuh tertentu dapat menimbulkan sensasi kesemutan pada tangan dan kaki. Selain karena kolesterol tinggi, kesemutan juga bisa menjadi gejala penyakit lain.
Bisakah Kadar Kolesterol Dikendalikan?
Dilansir dari Mayo Clinic, penerapan gaya hidup sehat dapat membantu mengendalikan kadar kolesterol. Nah, berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan, antara lain:
1. Mengonsumsi makanan yang rendah akan garam, dan mengonsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayuran.
2. Menjaga berat badan tetap ideal karena obesitas merupakan salah satu faktor risiko hiperkolesterolemia terbesar.
3. Berhenti merokok, karena merokok membuat kolesterol jahat menjadi lebih mudah menempel pada dinding arteri, sehingga berisiko menyumbatnya.
4. Berolahraga secara rutin setidaknya selama 30 menit untuk melancarkan peredaran darah dan menjaga kesehatan jantung.
5. Membatasi konsumsi minuman beralkohol, karena alkohol meningkatkan trigliserida dan kolesterol dalam darah.
Nah, itulah penjelasan mengenai apa saja gejala yang dapat timbul ketika kadar kolesterol dalam tubuh terlalu tinggi. Mulai dari rasa sakit pada rahang, mudah lelah hingga timbulnya xanthoma atau pertumbuhan lemak di bawah permukaan kulit.***
Editor : RP Edwar Yaman