Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ini Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Kopi, Salah Satunya Terjadi Kerusakan Pada Otot

Redaksi • Sabtu, 14 September 2024 | 16:41 WIB

Ilustrasi biji kopi.
Ilustrasi biji kopi.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Variasi dan rasa kopi banyak terdapat di Indonesia. Ragam penyajiannya juga menarik untuk disimak. Sekarang ini, kopi sudah tak dapat dipisahkan dari gaya hidup sebagian orang di perkotaan.

Jika anda penikmat kopi, pastilah aromanya dapat menggoda. Sementara efek kafeinnya, diyakini mampu meningkatkan fokus dan kewaspadaan.

Namun di balik nikmatnya kopi, jika berlebihan menkonsumsinya ada dampak negatif yang berbahaya bagi kesehatan. Dikutip dari British Vogue, mengkonsumsi kopi atau kafein secara berlebihan dapat menyebabkan kecemasan, insomnia, masalah pencernaan, tekanan darah tinggi serta kerusakan pada otot. Simak bahaya jika terlalu banyak menkonsumsi kopi.

1. Insomnia
Dikutip dari Healthline, kemampuan kafein untuk membantu tubuh tetap terjaga dari tidur adalah salah satu yang diandalkan. Di sisi lain, terlalu banyak kafein dapat mempersulit perolehan tidur yang cukup.

Efek stimulan kopi dapat menyebabkan kecemasan pada orang yang sensitif dan dapat mengganggu tidur. Berdasarkan hal tersebut, para ahli menyarankan untuk membatasi asupan kafein hingga sebelum jam lima sore.

2. Kecemasan
Dikutip dari The Guardiand, konsumsi kopi yang terlalu sering dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu, beberapa orang mungkin lebih sensitif terhadap efek kafein dibanding yang lain.

Gangguan kecemasan yang diinduksi kafein adalah salah satu dari empat sindrom terkait kafein yang berkaitan dengan gangguan mental.

Dosis sedang, juga terbukti dapat menyebabkan pernapasan cepat dan meningkatkan tingkat stres saat dikonsumsi dalam sekali minum. Jika kamu merasa bahwa merasa gugup atau gelisah setelah minum kopi, sebaiknya kurangi atau batasi jumlah konsumsinya.

3. Kerusakan pada otot
Rhabdomyolysis adalah kondisi yang sangat serius, di mana serat otot dapat rusak. Hal ini juga berpengaruh ketika memasuki aliran darah yang menyebabkan gagal ginjal dan masalah lainnya.

Penyebab umum rhabdomyolysis meliputi trauma, infeksi, penyalahgunaan obat, ketegangan otot, dan gigitan ular atau serangga berbisa. Berdasarkan hal tersebut, penting untuk mengurangi risiko rhabdomyolysis. Disarankan batasi asupan hingga sekitar 400 mg kafein per hari, kecuali terbiasa mengonsumsi lebih banyak.

4. Tekanan darah tinggi
Secara keseluruhan, kafein tampaknya tidak meningkatkan risiko penyakit jantung atau stroke pada kebanyakan orang. Namun, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa hal ini dapat meningkatkan tekanan darah karena efek stimulasi pada sistem saraf.

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko serangan jantung dan stroke karena dapat merusak arteri seiring waktu, membatasi aliran darah ke jantung dan otak.

Beruntungnya, efek kafein pada tekanan darah tampaknya bersifat sementara. Selain itu, kafein memiliki dampak yang paling kuat pada orang-orang yang tidak terbiasa mengonsumsinya.

5. Masalah pencernaan
Masih dari Healthline, banyak orang menyadari bahwa secangkir kopi di pagi hari dapat membantu meningkatkan mood. Kopi bisa menyebabkan efek pencahar pada beberapa orang. Kopi dapat memicu refleks gastrokolik yang merangsang buang air besar, terutama jika diminum di pagi hari.

Jadi, tidak heran jika terlalu banyak dan sering minum kopi dapat menyebabkan buang air besar atau bahkan diare pada beberapa orang.

Sumber: Jawapos.com

Editor : RP Rinaldi
#Konsumsi Berlebihan #Insomania #kopi