Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pneumonia pada Anak 10 Hal Penting yang Orang Tua Harus Tahu

Redaksi • Minggu, 24 November 2024 | 15:45 WIB

Dokter Spesialis Kandungan  RS Awal Bros Pekanbaru dr. Citra Cesilia, SpA, Subsp. Resp
Dokter Spesialis Kandungan RS Awal Bros Pekanbaru dr. Citra Cesilia, SpA, Subsp. Resp

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Setiap tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Pneumonia Sedunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dan pengobatan pneumonia. Hingga saat ini, pneumonia masih menjadi penyebab kesakitan dan kematian utama pada bayi dan anak di dunia. Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No.25/2014 menetapkan bahwa yang disebut anak adalah seseorang yang berusia hingga 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

Berdasarkan data WHO tahun 2021, kasus pneumonia menyumbang 740.180 (14 persen) kasus kematian anak usia di bawah 5 tahun (Balita) pada tahun 2019. Sekitar 2.200 anak meninggal setiap hari akibat pneumonia atau satu dari lima anak meninggal akibat pneumonia. Penanganan terbaik dari pneumonia anak adalah dengan mencegah terjadinya pneumonia. Berikut adalah 10 hal penting yang harus diketahui oleh orangtua mengenai pneumonia pada anak:

 

1. Apa yang dimaksud dengan pneumonia?

Pneumonia adalah peradangan pada paru yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme, seperti virus, bakteri, jamur, dan parasit. Peradangan pada paru mengakibatkan penurunan kadar oksigen did arah sehingga muncul gejala sesak napas sebagai upaya kompensasi tubuh untuk memenuhi kecukupan oksigen didalam darah.

2. Apa yang menyebabkan pneumonia pada anak?
Penyebab pneumonia adalah infeksi, seperti virus, bakteri, jamur, dan parasit. Pada anak, pola kuman berbeda-beda berdasarkan kelompok usia. Pada anak balita, bakteri streptokokus dan virus sering menjadi penyebab pneumonia, sedangkan pada anak usia lebih dari lima tahun kuman atipikal seperti Mycoplasma pneumonia, Chlamydia pneumonia, dan Legionella lebih sering menjadi penyebab pneumonia. Informasi mengenai merokok sebagai penyebab pneumonia pada anak tidak sepenuhnya benar karena penyebab pneumonia adalah infeksi mikroorganisme, sedangkan paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko terkena pneumonia.


3. Apakah pneumonia menular?
Ya, pneumonia dapat menular dan menyebar melalui partikel di udara saat batuk atau bersin. Pneumonia juga dapat menyebar melalui cairan lain, seperti darah saat melahirkan, atau dari permukaan yang terkontaminasi.

 

4. Apa saja faktor risiko pneumonia pada anak?
Beberapa faktor risiko pneumonia pada anak antara lain lahir prematur, bayi berat badan lahir rendah (BBLR), tidak mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif, tidak mendapat imunisasi lengkap, malnutrisi, memiliki penyakit penyerta (penyakit jantung bawaan, penyakit kronis, keganasan, HIV, dan lain-lain), hunian padat, dan paparan polusi diluar dan di dalam ruangan seperti asap rokok, asap pembakaran sampah, asap masakan, obat nyamuk bakar, dan lain-lain. Di Indonesia, faktor risiko pneumonia yang paling banyak ditemukan adalah malnutrisi (63 persen), paparan polusi di dalam ruangan (17 persen), dan paparan asap rokok (15 persen). Anak-anak sering menjadi second dan third-hand smoker di dalam keluarga. Second-hand smoker adalah saat anak ikut menghirup asap dan partikel rokok karena berada satu ruangan dengan perokok aktif, sedangkan third-hand smoker adalah saat anak terpapara partikel rokok yang menempel pada rambut, kuku, mulut, dan pakaian perokok aktif meskipun tidak berada satu ruangan dengan perokok tersebut.
Baca Juga: Deteksi Dini Pendengaran pada Bayi dan Anak

5. Bagaimana cara mengenali tanda dan gejala pneumonia pada anak?
Gejala pneumonia berupa kesulitan bernapas yang didahului batuk, pilek, dan demam. Keluhan lain seperti penurunan nafsu makan, nyeri dada, nyeri perut, sakit kepala, dan badan lemas juga juga dapat muncul pada pneumonia anak. Anak akan menunjukkan napas cepat yaitu laju napas diatas normal sesuai kelompok usia. Pada usia 0 - 2 bulan dikatakan napas cepat jika laju napas lebih sama dengan 60 kali per menit, 2 – 12 bulan jika lebih sama dengan 50 kali per menit, 1 – 5 tahun jika lebih sama dengan 40 kali per menit, dan diatas 5 tahun jika lebih sama dengan 30 kali per menit. Selain napas cepat, orangtua dapat melihat tarikan dinding dada kedalam (TDDK) yang muncul saat anak menarik napas dan saturasi oksigen (SpO2) dibawah 92 persen. Jika anak menunjukkan gejala dan tanda pneumonia tersebut, maka harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan segera.

6. Apa saja tanda bahaya pneumonia?
Kriteria pneumonia adalah anak dengan gejala batuk dan napas cepat saja, sedangkan pneumonia berat adalah anak dengan gejala batuk disertai napas cepat, TDDK/ retraksi, dan atau SpO2

7. Apakah pneumonia dapat disembuhkan?
Ya, pneumonia bisa disembuhkan dengan penanganan yang cepat dan tepat. Dokter akan memberikan pengobatan suportif seperti cairan, makan bergisi, dan oksigen, serta pengobatan penyebab seperti antibiotic. Jika tidak diobati dengan benar, pneumonia dapat menjadi berat dan menimbulkan komplikasi dan menyebabkan kematian.


8. Apa yang dapat saya lakukan di rumah pada saat anak mengalami pneumonia?
Pengasuh dan ibu berperan penting untuk menurunkan kesakitan dan mencegah situasi darurat pada anak. Beberapa hal penting dalam merawat anak pneumonia di rumah yaitu berikan obat sesuai dengan anjuran dokter, pastikan kecukupan cairan dan gizi saat anak sakit, beri makanan dengan porsi kecil sedikit demi sedikit, istirahat yang cukup, buat anak nyaman untuk mengurangi rasa sakit, dan amati tanda bahaya pneumonia pada anak.


9. Apakah anak saya dapat terkena pneumonia berulang?
Ya, pneumonia dapat berulang. Pneumonia berulang adalah pneumonia yang terjadi lebih dari dua kali dalam setahun atau lebih dari tiga kali seumur hidup dengan adanya bukti perbaikan radiologis. Beberapa orang lebih rentan terhadap pneumonia berulang, terutama jika mereka memiliki kondisi kesehatan yang mendasari atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Untuk itu perlu dilakukan pencegahan yang holistik meliputi faktor host, agent, dan lingkungan agar pneumonia tidak berulang.

 

10. Bagaimana mencegah pneumonia pada anak?
Penanganan pneumonia terbaik adalah dengan pencegahan. Pneumonia dapat dicegah dengan memberikan ASI eksklusif, melengkapi imunisasi (terutama BCG, DPT-HB-HiB, MR, PCV, dan influenza), pemberian nutrisi yang adekuat untuk mencegah malnutrisi, menghindadi paparan polusi didalam dan diluar ruangan, menghindari orang yang sedang sakit batuk pilek, menjaga rumah dan lingkungan, memastikan ventilasi rumah cukup, serta rajin mencuci tangan.
Sebagai simpulan, pneumonia merupakan kondisi kesehatan serius yang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Penting bagi orang tua untuk mengenali gejala pneumonia pada anak, karena deteksi dini dapat memungkinkan intervensi medis lebih cepat. Jika anak mengalami gejala pneumonia, segera bawa ke fasilitas kesehatan karena penanganan yang cepat dan tepat dapat menyelamatkan anak dari kematian. Mari bersama-sama kita mencegah, melindungi, dan mengobati pneumonia. Selamat hari pneumonia sedunia. Every Breath Counts: Stop Pneumonia in Its Track.

Editor : RP Bayu Saputra
#anak #awal bros #kesehatan