Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Penyakit Katup Jantung

Redaksi • Minggu, 26 Januari 2025 - 16:00 WIB
DR VEBIONA KARTINI PRIMA PUTRI, SPJP-FIHA
DR VEBIONA KARTINI PRIMA PUTRI, SPJP-FIHA

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Jantung memiliki empat buah katup yang secara normal terbuka saat mengalirkan darah melewati ruang jantung atau keluar ruang jantung dan menutup untuk mencegah adanya aliran yang tidak diinginkan.

Namun terkadang katup jantung tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Beberapa keadaan yang  mungkin terjadi saat katup tidak berfungsi dengan baik adalah: (1) Regurgitasi, saat katup “bocor” sehingga aliran darah tidak mengarah sebagaimana mestinya; (2) Stenosis, saat katup tidak terbuka sempurna sehingga menghambat aliran darah; (3) Prolaps, daun katup “tertekuk” saat menutup terkadang menyebabkan penutupan daun katup tidak sempurna.

 Gangguan pada katup jantung dapat terjadi saat dilahirkan atau disebabkan karena infeksi, serangan jantung, kelaianan jantung struktural, atau trauma.

Gejala dapat muncul secara mendadak atau perlahan, tergantung seberapa cepat terbentuknya penyakit pada katup jantung. Beratnya gejala terkadang tidak berkaitan dengan beratnya gangguan katup.

Gejala-gejala yang sering terjadi diantaranya: sesak napas terutama saat aktivitas, kaki bengkak, berdebar, cepat lelah, nyeri dada, pusing atau pingsan (pada katup yang menyempit).

Tanda utama dari penyakit katup jantung adalah bising jantung yang tidak biasa saat didengar dengan stetoskop, biasa disebut dengan murmur jantung. Pemeriksaan tambahan yang biasanya dibutuhkan adalah elektrokardiogram (EKG), pemeriksaan foto toraks, dan echocardiography.


 Di Indonesia, penyakit katup jantung paling sering disebabkan oleh penyakit jantung rheumatik. Penyakit jantung rheumatik terjadi akibat gejala sisa dari demam rheumatik yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus beta Hemolitikus Grup A.

Bakteri tersebut menyerang tenggorokan, terutama pada anak-anak. Setelah terjadi infeksi tenggorokan diikuti dengan reaksi imunitas tubuh, sehingga sistem imun menyerang katup jantung yang secara antigenik mirip dengan bakteri.

Demam rheumatik dapat menyerang jantung, sendi, otak, dan kulit. Gejala dari demam rheumatik muncul mulai dari satu hingga enam minggu setelah terinfeksi bakteri, berupa: demam, nyeri pada sendi yang berpindah-pindah, bengkak pada sendi, kemerahan pada kulit, gerakan tubuh yang tidak terkoordinasi dengan baik, sesak napas, nyeri dada, berdebar-debar.

Pengobatan demam rheumatik terdiri dari antibiotik dan obat anti-radang yang harus dituntaskan untuk jangka waktu yang cukup panjang untuk mencegah terjadinya penyakit jantung rheumatik.

 Apabila pasien datang dengan penyakit jantung rheumatik, kerusakan yang terjadi pada katup jantung sudah permanen. Kerusakan dapat merupakan katup stenosis maupun regurgitasi.

Katup yang sering terkena kerusakan pada penyakit jantung rheumatik adalah katup mitral, yaitu katup yang membatasi antara serambi dan bilik kiri. Jika kelainan pada katup dibiarkan menahun, dapat terjadi gagal jantung, gangguan irama jantung, atau stroke.


Tatalaksana penyakit jantung rheumatik meliputi: (1) Obat-obatan yang berfungsi untuk mengatasi gejala gagal jantung, gangguan irama jantung, dan mencegah thromboemboli penyebab stroke; (2) Antibiotik penyebab penyakit jantung rheumatik yang dapat disuntikkan tiap bulan atau diminum setiap hari dalam jangka waktu tahunan atau seumur hidup; (3) Operasi penggantian atau perbaikan katup jantung.

 Penyakit jantung rheumatik dapat dicegah dengan menjaga higienitas, pola makan dengan gizi seimbang, pola hidup sehat, dan pengobatan demam rheumatik yang tuntas.

Jangan abaikan infeksi tenggorokan, segera kunjungi dokter untuk cari penyebab infeksi tenggorokan serta ikuti peraturan minum obat yang diberikan.

Untuk penyakit katup jantung secara keseluruhan, deteksi dini akan membawa hasil yang baik bagi pengobatan.

Apabila terdapat tanda dan gejala penyakit katup jantung seperti yang telah disebutkan sebelumnya, segera periksakan diri ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah untuk mendapatkan pemeriksaan tambahan yang menunjang diagnosis.***

Editor : Bayu Saputra
#rs awal bros #rs awal bros pekanbaru #kesehatan