RIAUPOS.CO - Meski murah dan mudah didapatkan, tempe sangat mudah diolah untuk menghasilkan masakan. Hidangan yang dikreasikan dari tempe mulai dari tumisan, sayur, bahkan cukup digoreng garing sudah menghasilkan rasa yang gurih memanjakan lidah.
Bagi masyarakat Indonesia, tempe sudah dikenal dan hampir tiap hari dikonsumsi sebagian besar keluarga. Berbahan dasar kedelai dengan tekstur yang padat, tempe dikenal karena harganya yang terjangkau.
Meski banyak yang mengeal tempe, tapi banyak yang tidak mengetahui manfaat lauk sederhana ini bagi kesehatan tubuh. Berikut lima di antaranya:
1. Sumber protein nabati
Kandungan protein dalam tempe cukup tinggi. Dilansir dari Healthline, dalam satu cangkir tempe (sekitar 166 gram), terkandung 31 gram protein, angka ini termasuk jumlah yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan protein harian tubuh.
Jika dikonsumsi dengan skema pola makan tinggi protein, maka hasilnya dapat meningkatkan proses termogenesis, yaitu produksi panas dalam tubuh yang membantu mempercepat metabolisme dan pembakaran kalori setelah makan.
2. Jaga kesehatan pencernaan
Tempe sebagai makanan hasil fermentasi mengandung probiotik, yaitu bakteri baik yang berperan penting menjaga kesehatan saluran pencernaan.
Dilansir dari Alodokter, dengan meningkatnya jumlah bakteri baik di usus, bukan hanya sistem cerna yang bekerja lebih optimal, tetapi juga daya tahan tubuh ikut meningkat.
Hal ini karena sekitar 70–80 persen sistem kekebalan tubuh manusia berada di saluran pencernaan, sehingga kondisi usus yang sehat turut memperkuat imunitas tubuh secara keseluruhan.
Tempe juga mengandung prebiotik, yaitu serat alami yang menjadi "makanan" bagi bakteri baik di usus. Kandungan ini membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, mendukung pencernaan yang sehat, dan bahkan dapat mengurangi peradangan di tubuh.
Baca Juga: Di Balik Rasa Pahit Pare Tersimpan Manfaat Tak Terduga Bagi Kesehatan, Apa Saja?
Dengan kombinasi probiotik dan prebiotik alami, tempe bisa dikatakan sebagai makanan fermentasi yang tak hanya bergizi, tetapi juga menyehatkan sistem pencernaan sekaligus memperkuat daya tahan tubuh dari dalam.
3. Jaga berat badan
Asupan protein yang cukup juga membantu mengontrol nafsu makan dengan cara membuat tubuh merasa kenyang lebih lama dan mengurangi rasa lapar.
Sebuah studi menemukan bahwa camilan berbahan dasar kedelai yang tinggi protein mampu meningkatkan rasa kenyang dan kualitas pola makan dibanding camilan tinggi lemak.
Penelitian lain di tahun 2014 terhadap pria dengan obesitas yang disebut dalam Healthline juga menunjukkan hasil serupa.
Dari penelitian tersebut, peserta yang menjalani diet tinggi protein baik dari sumber kedelai maupun daging mengalami penurunan berat badan, berkurangnya rasa lapar, dan peningkatan rasa kenyang tanpa perbedaan berarti antara kedua sumber protein tersebut.
Protein kedelai dalam tempe mampu memberikan efek yang sama efektifnya dengan protein hewani dalam membantu menjaga berat badan, menekan rasa lapar, dan meningkatkan metabolisme tubuh.
4. Cegah osteoporosis
Selain tinggi protein dan kaya isoflavon, tempe juga menjadi sumber kalsium yang baik untuk tubuh.
Mineral ini berperan penting dalam menjaga kekuatan dan kepadatan tulang, sehingga mampu mencegah pengeroposan atau osteoporosis seiring bertambahnya usia.
Penelitian menunjukkan bahwa kalsium dalam tempe diserap tubuh sebaik kalsium dari susu, sehingga menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin meningkatkan asupan kalsium tanpa produk hewani.
Tak hanya kalsium, tempe juga mengandung fosfor dan kalium yang turut berperan dalam menjaga kesehatan tulang.
Fosfor membantu pembentukan tulang yang kuat, sementara kalium berfungsi mencegah hilangnya kalsium melalui urine.
Kombinasi ketiga mineral ini membuat tempe menjadi makanan bergizi yang dapat membantu menjaga struktur tulang tetap kuat sekaligus menurunkan risiko osteoporosis di masa mendatang.
5. Turunkan kolesterol dan jaga jantung sehat
Tempe kaya akan isoflavon, yaitu senyawa antioksidan alami yang terdapat dalam kedelai sebagai bahan utama pembuatan tempe.
Isoflavon dalam kedelai mampu menurunkan kolesterol total sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL) yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Kandungan ini turut membantu menjaga elastisitas pembuluh darah dan mengurangi risiko penyakit jantung.
Bukan hanya meningkatkan kolesterol baik, protein kedelai juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.
Dibandingkan dengan protein hewani, protein dari tempe justru dinilai lebih efektif dalam membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah, sehingga menjadi pilihan yang lebih sehat untuk menjaga fungsi jantung tetap optimal.
Meski harganya ramah kantong, tempe memiliki kandungan protein, kalsium, hingga isoflavonnya menjadikan tempe bukan hanya enak, tapi juga menyehatkan.
Dari menjaga pencernaan, menjaga berat badan ideal hingga melindungi kesehatan jantung dan tulang, bisa diperoleh dari tempe.
Editor : M. Erizal