Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ini 5 Pentingnya Asupan Protein saat Sahur, Menjaga Massa Otot hingga Menstabilkan Gula Darah saat Puasa

Redaksi • Selasa, 3 Maret 2026 | 09:39 WIB

 

Ilustrasi
Ilustrasi

RIAUPOS.CO – Saat sahur, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang tepat agar puasa berjalan lancar. Di antara nutrisi penting yang sering diabaikan adalah protein. Padahal asupan protein saat sahur berperan besar dalam menjaga energi, massa otot dan rasa kenyang lebih lama selama menjalankan ibadah puasa.

Menurut WHO, protein merupakan zat gizi esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan dan fungsi tubuh secara keseluruhan. Kekurangan protein dapat berdampak pada penurunan daya tahan tubuh.

Berikut manfaat protein yang dikonsumsi saat sahur :

1. Menekann rasa lapar di siang hari

Protein dikenal memiliki efek mengenyangkan lebih tinggi dibandingkan karbohidrat sederhana. Saat sahur, makanan tinggi protein dapat membantu menekan rasa lapar di siang hari.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition,asupan protein yang cukup dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi keinginan makan berlebih.

Ketika tubuh merasa kenyang lebih lama, maka fokus ibadah dan aktivitas kerja menjadi lebih optimal.Risiko lemas dan sulit konsentrasi pun dapat berkurang.

Menu sahur seperti telur dadar, tempe orek, tahu, ayam panggang, atau ikan bakar adalah pilihan tinggi protein. Apalagi jika dikombinasi dengan nasi merah atau kentang tentu jauh lebih seimbang.

2. Menstabilkan gula darah saat puasa

Lonjakan dan penurunan gula darah sering menjadi penyebab tubuh lemas dan pusing saat puasa. Protein membantu memperlambat penyerapan glukosa dalam darah.

Menurut Mayo Clinic, kombinasi protein dengan karbohidrat dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Ini penting agar energi tetap stabil sepanjang hari.

Baca Juga: Luncurkan Rudal Hipersonik Kheibar, Iran Klaim Serang Markas Angkatan Udara Israel dan Kantor PM Netanyahu

Sahur yang hanya terdiri dari nasi putih dan makanan manis dapat membuat gula darah cepat naik lalu turun drastis. Akibatnya rasa lapar datang lebih cepat.

3. Menjaga massa otot selama puasa

Selama berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan makanan dalam waktu cukup panjang. Jika protein kurang maka tubuh dapat mengambil cadangan dari otot untuk energi.

National Institutes of Health menyebutkan bahwa protein berperan penting dalam mempertahankan massa otot dan memperbaiki jaringan tubuh. Hal ini penting terutama bagi orang yang tetap aktif bekerja atau berolahraga ringan saat Ramadan.

4. Mendukung sistem imun

Ramadan sering diiringi perubahan pola tidur dan aktivitas. Kondisi ini bisa memengaruhi daya tahan tubuh jika asupan nutrisi kurang optimal.

British Nutrition Foundation menjelaskan bahwa protein berperan dalam pembentukan antibodi dan sistem imun. Artinya kecukupan protein membantu tubuh tetap kuat.

Sistem imun yang baik sangat penting agar ibadah tidak terganggu sakit.Terlebih saat menjalani puasa dengan aktivitas padat.

5. Membantu pemulihan dan energi harian

Protein juga berperan dalam proses pemulihan tubuh setelah aktivitas. Selama Ramadhan, banyak orang tetap bekerja atau berolahraga ringan.

Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, protein penting untuk memperbaiki sel dan jaringan tubuh setelah aktivitas fisik. Ini sangat relevan dengan mereka yang tetap aktif selama puasa.

Editor : M. Erizal
#asupan protein #puasa #ramadan