RIAUPOS.CO – Rutin konsumsi biji-bijian mendukung kesehatan yang lkebih baik. Aneka biji-bijian memiliki nutrisi potensial yang baik untuk kestabilan hormon, kulit, kualitas tidur, tulang dan energi.
Biasanya sejumlah biji-bijan menjadi salah satu bahan utama dalam sarapan dan makanan lainnya sepanjang hari.
Biji-bijian tertentu jika dikonsumsi secara rutin dapat memberi manfaat untuk kesehatan yang lebih baik, seperti dilansir dari ndtv.
Berikut ini lima jenis biji-bijian yang kerap jadi santapan dan ternyata medukung kesehatan tubuh, apa saja?
1. Biji rami
Konsumsi 1 sendok teh biji rami per hari untuk menjaga keseimbangan hormon estrogen dalam tubuh.
Biji ini kaya akan lignan, memiliki aktivitas mirip estrogen ringan yang dapat mendukung regulasi hormonal dan menyeimbangkan kadar estrogen.
Selain itu, biji rami kaya akan lemak sehat, vitamin, dan mineral.
2. Biji chia
Ahli nutrisi merekomendasikan mengonsumsi 1 sendok makan biji chia yang direndam setiap hari untuk menjaga kulit tetap terhidrasi.
Biji-bijian ini kaya akan lemak omega-3, mendukung fungsi pelindung kulit dan meningkatkan kesehatan usus melalui serat larut.
Chia seed menyerap cairan, menjadi seperti agar-agar, yang selanjutnya mendukung hidrasi dan pencernaan. Biji harus direndam selama 15–20 menit atau semalaman untuk hasil terbaik.
3. Biji wijen
Ahli gizi menyarankan mengonsumsi 1 sendok makan biji wijen setiap hari untuk menyediakan kalsium, magnesium, dan seng bagi tubuh.
Ini mendukung kepadatan tulang dan mengurangi peradangan, yang sering dikaitkan dengan nyeri sendi.
4. Biji bunga matahari
Cobalah mengonsumsi 1 sendok makan biji bunga matahari per hari.
Biji ini kaya akan nutrisi seperti vitamin E, selenium, seng, dan antioksidan yang melindungi sel dan mendukung respons imun.
5. Biji labu
Konsumsi 1 sendok makan biji labu setiap hari untuk meningkatkan kualitas tidur.
Kaya akan magnesium, biji labu mendukung relaksasi, fungsi saraf dan siklus tidur yang lebih baik.
Jadi, masukkan ke dalam rutinitas harian agar Anda merasakan manfaat nutrisi yang potensial.
Editor : M. Erizal