Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Protein Memang Dibutuhkan Tubuh Tapi jika Kelebihan Bisa Berbahaya, Ini Dampaknya 

Redaksi • Selasa, 21 April 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi makanan tinggi protein. (Freepik)
Ilustrasi makanan tinggi protein. (Freepik)

RIAUPOS.CO – Protein memang dibutuhkan tubuh untuk membantu membangun dan memperbaiki jaringan, menjaga massa otot, serta mendukung fungsi kekebalan tubuh.

Setiap orang dewasa yang sehat harus mengonsumsi minimal 0,8 gram protein per kilogram berat badan setiap hari.

Protein terdiri dari asam amino dan bahan pembangun kulit, rambut, serta organ tubuh. Hanya saja, jumlah ini dapat berubah tergantung pada kebutuhan dan usia masing-masing individu.

Baca Juga: Tomat Kaya Vitamin A, C dan Antioksidan, Baik untuk Jaga Kesehatan Jantung serta Cegah Kanker Prostat

Seperti nutrisi lain jika berlebihan juga berdampak buruk, hal itu dapat menyebabkan beberapa efek samping.

Berikut ini lima bahaya bagi tubuh jika terlalu banyak mengonsumsi protein, apa saja?

1. Ginjal bekerja lebih keras

Baca Juga: Usia 59 Tahun, Buruh Tani di Kempas Inhil Ditangkap dengan 13 Paket Sabu

Tubuh Anda memecah protein menjadi komponen yang lebih kecil, termasuk nitrogen dan produk limbah lainnya.

Limbah ini menuju ginjal, tempat limbah tersebut disaring dan dikeluarkan melalui urine.

Ketika Anda mengonsumsi banyak protein, ginjal harus memproses lebih banyak produk sampingan ini, yang berarti ginjal bekerja lebih keras dari biasanya. Beban tambahan ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan.

Baca Juga: Perjuangkan Kepentingan Riau, Plt Gubri Audiensi dengan Menhut dan Jajaran 

2. Risiko Dehidrasi

Memproses protein ekstra membutuhkan lebih banyak air. Saat ginjal menyaring nitrogen dan urea dari pemecahan protein, ginjal butuh banyak cairan untuk mengeluarkan limbah ini dari tubuh.

Ini berarti Anda mungkin buang air kecil lebih banyak dari biasanya, yang dapat menguras cadangan air tubuh.

Baca Juga: Sekda Inhu Pimpinan Pengangkatan 15 Kepala Puskesmas, Ini Nama-namanya 

Jika Anda tidak minum cukup untuk mengimbanginya, Anda bisa dehidrasi meskipun tidak merasa sangat haus.

3. Ketidaknyamanan pencernaan dan masalah usus

Diet tinggi protein yang rendah serat dapat memengaruhi pencernaan normal.

Baca Juga: Jaga Produksi Pangan Nasional, Mentan Amran Kumpulkan 170 Bupati, Perkuat Irigasi dan Perkebunan 

Tanpa cukup serat dari buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, atau kacang-kacangan, usus Anda mungkin kesulitan untuk menggerakkan makanan dengan lancar.

Hal ini dapat menyebabkan kembung, gas, sembelit, atau terkadang bahkan diare.

4. Kenaikan berat badan

Baca Juga: Perkuat Pelayanan Kenotariatan, Kemenkum Riau Lantik Tiga Notaris Pengganti

Protein bukanlah makanan bebas kalori. Ketika Anda mengonsumsi protein lebih banyak, kalori ekstra tersebut tetap dihitung.

Jika total asupan kalori harian Anda lebih tinggi daripada yang Anda bakar, tubuh akan menyimpan kelebihan tersebut sebagai lemak. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan.

5. Efek samping lain

Baca Juga: Jaga Produksi Pangan Nasional, Mentan Amran Kumpulkan 170 Bupati, Perkuat Irigasi dan Perkebunan 

Kelebihan protein, terutama jika dikombinasikan dengan asupan karbohidrat yang sangat rendah, dapat mendorong tubuh ke kondisi yang disebut ketosis.

Pergeseran metabolisme ini dapat menyebabkan efek samping seperti bau mulut, kelelahan, mudah marah, dan kesulitan konsentrasi.

Editor : M. Erizal
#dampak kelebihan protein #protein #efek samping