Tak Risau Tekanan Darah dan Kolestrol Naik saat Konsumsi Daging Kurban, Perhatikan 10 Tips Sehat Ini

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 00:32 WIB
Hidangan daging kurban saat Iduladha. (Freepik)
Hidangan daging kurban saat Iduladha. (Freepik)

RIAUPOS.CO – Melimpahnya sajian daging kurban di momen Iduladha menjadi godaan. Seperti diketahui, konsumsi daging secara berlebihan tanpa memperhatikan pola makan yang sehat bisa berdampak negatif bagi tubuh.

Ada beberapa tips sehat yang perlu diperhatikan agar konsumsi daging kurban tidak mengganggu kesehatan, seperti dilansir dari laman kftd.co.id dan unesa.ac.id berikut:

1. Hindari konsumsi bagian daging berlemak tinggi dan jeroan

Baca Juga: Insiden Memilukan Terjadi Ketika Penyembelihan Hewan Kurban, Warga Tangerang Meninggal Mendadak saat Pegang Kepala Sapi 

Bagian seperti jeroan, buntut, dan iga mengandung kolesterol serta lemak jenuh yang cukup tinggi.

Konsumsi bagian-bagian tersebut secara berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan, terutama bagi jantung dan pembuluh darah.

Sebisa mungkin pisahkan dan buang lemak yang menempel pada daging sebelum dikonsumsi.

Baca Juga: 83 Hewan Kurban Terkumpul di MAIC Rohul, 60 Ekor Didistribusikan ke Desa-desa

2. Batasi porsi dan jumlah konsumsi daging

Ahli gizi menyarankan konsumsi daging merah tidak lebih dari 100–150 gram per hari untuk menjaga kesehatan jantung.

Hindari makan daging dalam porsi besar sekaligus karena dapat menyebabkan perut nyeri, penuh, dan memicu refluks.

Baca Juga: Warga Heboh Pesan Berantai soal Pocong di Pelalawan, Polisi Lakukan Penelusuran, Ternyata Hanya Iseng

Pilih potongan daging yang rendah lemak seperti has dalam atau bagian tanpa lemak untuk mengurangi asupan lemak jenuh.

3. Kombinasikan daging dengan sayur dan buah

Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan segar untuk meningkatkan asupan serat harian selama hari raya.

Baca Juga: Warga Antusias Sambut Kurban Presiden Prabowo di Kecamatan Keritang, Bupati Inhil: Kurban Ajarkan Nilai Keikhlasan dan Kebersamaan

Serat berperan penting dalam melancarkan pencernaan, mengontrol kolesterol, dan menyeimbangkan nutrisi saat konsumsi daging meningkat.

Sajian pendamping seperti sayur lodeh tanpa santan atau lalapan segar menjadi pilihan sehat yang rendah kalori dan lemak.

4. Perhatikan metode memasak

Baca Juga: Iduladha 1447 H Dongkrak Ekonomi Rohul, 5.122 Hewan Kurban Disembelih dan Perputaran Uang Diperkirakan Tembus Rp100 Miliar

Metode memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang lebih disarankan karena tidak menambahkan lemak berlebih pada masakan.

Menggoreng atau memasak dengan santan kental sebaiknya dihindari karena meningkatkan kandungan lemak jenuh dalam hidangan.

Jangan membakar daging hingga gosong karena proses ini menghasilkan senyawa karsinogenik seperti HCA dan PAH yang berisiko memicu kanker.

Baca Juga: Ciptakan Birokrasi Bersih, Plt Gubri Rombak Pejabat Struktural di Dinas PUPR-PKPP Riau 

5. Penuhi kebutuhan air putih sepanjang hari

Air memiliki peran penting dalam mendukung metabolisme, pencernaan, dan pembuangan sisa metabolisme protein.

Konsumsi protein hewani yang tinggi membuat kebutuhan cairan meningkat karena ginjal bekerja lebih keras memproses zat sisa.

Baca Juga: Penetapan Status Tersangka Korporasi Perusak Lingkungan, Manajemen PT MM Pastikan Telah Kantongi Izin Resmi

Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih secara teratur sepanjang hari untuk mencegah dehidrasi.

6. Saat menyantap daging, minum minuman hangat 

Saat menyantap daging, dianjurkan untuk minum minuman hangat, terutama air putih hangat.

Baca Juga: Momen Iduladha, Jasa Pemotongan Hewan Kurban Terima Banyak Pesanan

Air putih hangat membantu membersihkan lemak yang menempel pada langit-langit mulut setelah mengonsumsi daging berlemak.

7. Upayakan tetap aktif bergerak setelah makan

Langsung tidur atau bermalas-malasan setelah makan berat dapat mengganggu pencernaan dan menyebabkan rasa kembung.

Baca Juga: Helikopter BNPB Diterjunkan Padamkan Kebakaran Lahan di Desa Ranah Singkuang Kampar 

Lakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai di sekitar rumah untuk merangsang metabolisme dan pembakaran kalori.

Aktivitas sederhana ini juga membantu pencernaan berjalan lebih lancar dan menjaga energi tetap stabil.

8. Hindari konsumsi daging terlalu dekat waktu tidur

Baca Juga: Sapi Kurban Presiden RI Disembelih di Masjid Ar-Rahmah Desa Banglas, Panitia Siapkan 700 Kupon

Makan daging sesaat sebelum tidur dapat mengganggu kualitas istirahat malam secara signifikan.

Jarak ideal antara konsumsi daging dan waktu tidur adalah sekitar 2–3 jam agar pencernaan berlangsung dengan baik.

9. Lengkapi asupan vitamin C harian

Baca Juga: Iduladha 1447 H, Bupati Kampar Ahmad Yuzar Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Sosial

Saat konsumsi daging meningkat, penting untuk tetap memenuhi kebutuhan vitamin harian, khususnya vitamin C.

Vitamin C membantu menjaga daya tahan tubuh agar tetap fit selama hari raya dan aktivitas yang padat.

10. Perhatikan kondisi kesehatan pribadi

Baca Juga: Sapi Kurban yang Lepas di Rumbai Berhasil Diamankan Petugas Damkar Pekanbaru

Penderita kolesterol tinggi, hipertensi, atau penyakit jantung perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi daging merah dan berlemak.

Konsultasikan batas konsumsi yang aman dengan dokter atau ahli gizi sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Pendekatan ini penting untuk mencegah komplikasi akibat asupan lemak jenuh dan kolesterol yang berlebih.

Editor : M. Erizal
Sumber : jawapos.com
konsumsi daging kurban tips sehat kesehatan