Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Fakta atau Mitos? Angin Duduk Sama dengan Masuk Angin, Ini Penjelasan Daewoong dan PERKI

Ari Iswandi • Selasa, 9 Juni 2026 | 11:36 WIB
Daewoong Pharmaceutical Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dalam  kegiatan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kardiovaskular di Jakarta, WeWork, Selasa (9/6/2026). (Istimewa)
Daewoong Pharmaceutical Indonesia dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dalam kegiatan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kardiovaskular di Jakarta, WeWork, Selasa (9/6/2026). (Istimewa)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Daewoong Pharmaceutical Indonesia bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menggelar sesi edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kardiovaskular di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Masyarakat masih banyak yang menganggap Angin Duduk sebagai masuk angin biasa dan menanganinya dengan kerokan. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda awal angina pektoris, yaitu kondisi jantung serius yang membutuhkan perhatian medis.

Berdasarkan studi One ACS Registry di 14 rumah sakit Indonesia (Juli 2018-Juni 2019), sebanyak 34,8% pasien infark miokard akut tidak mendapatkan terapi reperfusi. Hanya 21,8% pasien yang menerima penanganan dalam waktu tiga jam sejak gejala muncul. Ini membuktikan banyak pasien tidak langsung mengenali nyeri dada sebagai tanda bahaya.

Baca Juga: ALAMAAAK!!! Sapi Kabur!

Dalam sesi tersebut, dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FASCC, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang berafiliasi dengan PERKI, mengingatkan masyarakat mengenai bahaya Angin Duduk.

"Angin Duduk yang sering dianggap ringan dan coba diatasi dengan kerokan sebenarnya merupakan gejala khas angina pektoris, yaitu kondisi ketika otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang cukup," ujar dr. Febtusia.

"Terutama bila nyeri terasa seperti ditekan di bagian tengah dada, menjalar ke rahang atau lengan, atau muncul bahkan saat beristirahat, kondisi tersebut dapat menjadi tanda peringatan angina tidak stabil atau infark miokard akut."

Baca Juga: Jonatan Christie Jeda Sejenak dari Bulutangkis 

Ia menambahkan, "Jika dibiarkan hingga pembuluh darah benar-benar tersumbat, kondisi ini dapat berujung langsung pada infark miokard akut atau kematian mendadak. Pasien perlu segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan memulai pengobatan yang sesuai."

dr. Wicak Prasetiadi, Head of Brand & Marketing Daewoong Pharmaceutical Indonesia, menjelaskan bahwa pengelolaan ketat kadar LDL-C, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, hingga di bawah 55 mg/dL penting untuk membantu mengendalikan salah satu penyebab utama angina.

"Bagi pasien yang sulit mencapai target dengan terapi statin tunggal konvensional, atau memiliki kekhawatiran terhadap efek samping statin dosis tinggi, pendekatan jalur ganda atau dual-pathway berbasis kombinasi statin dan ezetimibe dapat menjadi pilihan yang efektif. Pendekatan ini bekerja dengan menghambat sintesis kolesterol di hati sekaligus mengurangi penyerapan kolesterol di usus," ujar dr.ɓ Wicak. Ia menekankan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani terapi jangka panjang.

Baca Juga: Mencari Opsi Wide Attacker 

Daewoong mengenalkan terapi kombinasi sebagai salah satu opsi pengobatan yang dirancang untuk meningkatkan kemudahan minum obat dengan menggabungkan dua zat aktif dalam satu tablet.

Baik In Hyun, Head of Indonesia Business Division Daewoong Pharmaceutical, mengatakan, "Selama lebih dari 20 tahun, Daewoong telah tumbuh bersama Indonesia dan berupaya berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di negara ini."

"Melalui kolaborasi dengan PERKI ini, kami akan terus bekerja sama dengan para tenaga medis untuk menyebarkan informasi kesehatan yang akurat, berbasis sains, dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Indonesia," tutup Baik In Hyun.

Editor : M. Erizal
#Daewoong Pharmaceutical Indonesia #kardiovaskular #angin duduk