Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kurang Minum Air Berdampak Buruk bagi Kesehatan, Simak 11 Tanda Dehidrasi 

Redaksi • Kamis, 11 Juni 2026 | 07:58 WIB
Ilustrasi minum air. (Sumber foto: Ferepik)
Ilustrasi minum air. (Sumber foto: Ferepik)

 

RIAUPOS.CO - Berdasarkan hasil riset, hampir 47 persen orang dewasa tidak memenuhi kebutuhan cairan harian mereka. Kurang minum air berdampak buruk bagi kesehatan.

Tanda-tanda dehidrasi akibat kurang minum air ini sering tidak disadari. Mulai dari sakit kepala kronis hingga perubahan suasana hati.

Apa saja tanda seseorang belum cukup minum air? Berikut 11 di antaranya seperti dilansir dari laman YourTango: 

Baca Juga: Perwakilan Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diklat Pembentukan PPNS Kekayaan Intelektual Lemdiklat Polri

1. Ada lingkaran gelap di bawah mata

Riset dari studi tahun 2015 mengidentifikasi dehidrasi sebagai salah satu faktor yang menyebabkan kulit di bawah mata tampak kusam dan gelap secara konsisten.

Tidak mendapatkan cukup nutrisi dari hidrasi yang memadai membuat area sensitif di bawah mata menjadi lebih mudah terlihat gelap dan tidak segar.

Baca Juga: Isak Tangis Keluarga Warnai Kedatangan Jemaah Haji Kuansing, Asisten III dan Ketua DPRD Ikut Menyambut

2. Kerap ingin konsumsi makanan asin

Seseorang yang mengalami dehidrasi kronis cenderung mendambakan makanan asin karena tubuh mencari natrium dan elektrolit yang tidak didapat dari cairan.

Jurnal Current Nutrition Reports menjelaskan bahwa keinginan akan makanan tertentu sering terhubung pada proses internal tubuh, bukan semata-mata karena lapar.

Baca Juga: Mengeluh Akibat Kenaikan BBM Nonsubsidi, Warga Inhu Berpotensi Beralih ke Jenis Pertalite 

3. Kulit kering 

Sebuah studi dari jurnal Skin Research & Technology menemukan bahwa asupan air memiliki efek yang sangat mirip dengan pelembab topikal terhadap kualitas kulit.

Kurang minum air tidak hanya menyebabkan kulit kering di permukaan, tetapi juga memengaruhi elastisitas, kondisi jerawat, dan fungsi sel kulit secara menyeluruh.

Baca Juga: Antrean BBM di SBPU Pulau Bengkalis Kembali Mengular 

4. Sakit kepala berulang

Riset dari Journal of Clinical Neuroscience menemukan bahwa frekuensi migrain, intensitas nyeri, dan durasinya secara signifikan lebih rendah pada orang yang minum lebih banyak air.

Meskipun sakit kepala bisa dipicu berbagai faktor, meningkatkan asupan air terbukti membantu mengurangi keparahan dan frekuensi kemunculannya secara nyata.

Baca Juga: Selvi Gibran Ajak Masyarakat Sukseskan Program Imunisasi 

5. Sulit berkonsentrasi 

Berdasarkan studi dari jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise, dehidrasi yang berlangsung lama secara signifikan memengaruhi fungsi kognitif dan kemampuan koordinasi motorik.

Kesulitan mengambil keputusan, berpikir kritis, atau fokus pada pekerjaan yang menuntut perhatian tinggi bisa menjadi tanda jelas kurangnya asupan cairan harian.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Antrean Kendaraan Jalur Pertalite Mengular di SPBU

6. Napas tidak segar sepanjang waktu

Sebuah studi dari Journal of Oral Medicine and Pain menemukan bahwa dehidrasi menurunkan produksi air liur yang menyebabkan gejala halitosis atau napas tidak sedap.

Bahkan jika orang yang mengalaminya tidak menyadarinya sendiri, orang-orang di sekitar biasanya dengan mudah dapat mendeteksi tanda dehidrasi yang satu ini.

Baca Juga: Truk Penyapu Per Unit Rp4 M Milik DLH Siak, Parkir di Workshop, Lama Tak Digunakan

7. Kerap merasa kekurangan energi

Studi dari University of Connecticut menunjukkan bahwa bahkan dehidrasi ringan sudah cukup untuk menyebabkan fluktuasi energi dan memengaruhi suasana hati.

Para ahli dari Harvard Health merekomendasikan untuk mengevaluasi tingkat hidrasi terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan suplemen atau vitamin penambah energi.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi, BPBD Kampar Minta Warga Tetap Waspada

8. Pemulihan setelah olahraga yang lambat

Sebuah studi dari Journal of Human Kinetics menegaskan bahwa hidrasi sangat penting tidak hanya untuk performa olahraga tetapi juga untuk proses pemulihan yang optimal.

Ketika tubuh tidak mendapatkan cukup cairan setelah berolahraga, seseorang akan merasa lebih buruk daripada sebelum memulai sesi latihan mereka.

Baca Juga: Awalnya Berencana Main Bola, Malah Korban Ajak Mandi, Warga Pangkalan Kasai Inhu Tenggelam di Sungai Cenaku 

9. Bibir kering dan pecah-pecah

Air yang diminum sebagian besar dialirkan ke organ vital, namun kulit tetap mendapatkan manfaat dari hidrasi yang cukup termasuk area sensitif seperti bibir.

Kondisi eksternal seperti cuaca dingin atau paparan sinar matahari bisa memperparah bibir pecah-pecah, terutama jika asupan air harian juga tidak mencukupi.

Baca Juga: Penguatan Anggaran Kementan 2027 Didukung Komisi IV DPR RI, Perkuat Program Prioritas Nasional di Sektor Pertanian

10. Emosional dan mudah marah  

Ahli dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa tingkat hidrasi yang rendah dapat menyebabkan gangguan tidur, masalah kognitif, dan ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi suasana hati.

Seseorang mungkin tidak menyadari mengapa mereka merasa mudah marah, padahal tubuh sedang mengirimkan sinyal jelas bahwa mereka kurang minum air.

Baca Juga: Hari Pertama SPMB Riau, 40.150 Calon Siswa Sudah Pilih Sekolah

11. Kram otot

Riset dari BMJ Open Sport & Exercise Medicine menemukan bahwa dehidrasi membuat otot jauh lebih rentan terhadap kram, baik saat beristirahat maupun saat beraktivitas.

Tidak hanya air putih, tubuh juga membutuhkan elektrolit untuk mengatasi kram otot dan mengisi kembali mineral yang telah habis terpakai.

Editor : M. Erizal
#kurang minum air #dehidrasi #minum air putih