RIAUPOS.CO – Jangan dianggap sepele, kurang istirahat secara teratur bisa mengurangi produktivitas sekaligus berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental seseorang. Kurang istirahat juga menjadi salah satu penyebab utama kelelahan kronis.
Demi kesehatan, perhatikan kondisi tubuh saat kurang istirahat. Dilansir dari health, berikut lima tanda yang menunjukkan tubuh membutuhkan istirahat:
1. Suasana hati buruk
Kurang istirahat dapat secara langsung memengaruhi pengaturan emosi. Hal ini juga dapat menyebabkan perasaan sedih, mudah tersinggung, atau cemas yang terus-menerus.
Dalam kasus ini, otak kurang mampu mengatasi stres dan memproses emosi secara efektif. Perubahan itu bisa terjadi bahkan setelah beberapa malam kurang tidur dan menjadi lebih terlihat seiring bertambahnya kekurangan tidur dari waktu ke waktu.
2. Sulit konsentrasi
Kesulitan berkonsentrasi adalah salah satu tanda paling umum dari kurang istirahat. Bagian otak yang berperan penting dalam memori bergantung pada tidur agar dapat berfungsi dengan baik.
Jika Anda tidak cukup tidur, aktivitasnya akan menurun. Hal ini menyebabkan otak tidak mampu memproses dengan benar apa yang Anda baca atau lihat dan mentransfernya ke memori jangka pendek.
3. Pelupa
Jika Anda sering kehilangan kunci atau lupa janji temu, kurang tidur mungkin menjadi penyebabnya. Kurang tidur bisa berdampak negatif khususnya pada konsolidasi memori.
Tidur memainkan peran kunci dalam mengatur dan menyimpan ingatan, jadi ketika tidur terbatas, otak akan lebih kesulitan menyimpan dan mengingat informasi.
4. Kesulitan menemukan kata-kata atau mengikuti percakapan
Saat kurang tidur, Anda mungkin mengalami kesulitan dalam percakapan sehari-hari, seperti lupa nama atau kehilangan fokus saat orang lain berbicara.
5. Melakukan kesalahan sederhana
Penurunan konsentrasi adalah salah satu efek paling langsung dari kurang tidur. Terkadang hilangnya konsentrasi dapat muncul sebagai kesalahan sederhana.
Baca Juga: Warga Bangkinang Khawatir Kuota Pertalite Tak Cukup hingga Akhir Bulan
Dalam kasus lain, hal itu dapat menyebabkan kesalahan yang berpotensi sangat berbahaya, terutama saat mengemudi, mengoperasikan mesin berat, atau melakukan tugas-tugas penting lainnya.
Editor : M. Erizal