Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Nikotin Mempengaruhi Kerja Otak, Ternyata Bisa Tingkatkan Daya Ingat, Ini Hasil Temuan Studi Ilmiah

Redaksi • Jumat, 3 Juli 2026 | 07:23 WIB
Ilustrasi kandungan nikotin dalam sebatang rokok. (Canva)
Ilustrasi kandungan nikotin dalam sebatang rokok. (Canva)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Nikotin memiliki zat adiktif dan punya risiko gangguan kesehatan. Makanya nikotin tidak rekomendasi untuk dikonsumsi.

Padahal sebuah penelitian ilmiah mengungkap bahwa nikotin memiliki potensi memengaruhi fungsi kognitif. Termasuk kemampuan mengingat dan belajar melalui mekanisme biologis di otak.

Temuan itu mengulas bagaimana nikotin berinteraksi dengan sistem saraf dan memengaruhi proses pembelajaran, memori, serta komunikasi antarsel saraf. Temuan tersebut dipublikasikan dalam penelitian berjudul Molecular Insights into the Benefits of Nicotine on Memory and Cognition. 

Baca Juga: Pilih 8 Buah Rendah Gula Ini sebagai Camilan Sehat, Kaya Serat Jaga Energi Tetap Stabil Lebih Lama

"Nikotin bekerja dengan memengaruhi berbagai mekanisme di otak yang berperan dalam proses belajar, mengingat informasi, dan menjaga kesehatan sel saraf. Sehingga berpotensi membantu mempertahankan fungsi kognitif," kata Ahmad Alhowail dari Department of Pharmacology and Toxicology, College of Pharmacy, Qassim University, Arab Saudi.

Ia menjelaskan, berdasar sejumlah bukti ilmiah, nikotin menunjukkan potensi membantu memperbaiki gangguan fungsi kognitif pada pasien Alzheimer, serta gangguan memori dan pergerakan pada penderita Parkinson.

Perlu diketahui, hingga kini, berbagai organisasi kesehatan dunia tetap mengingatkan bahwa nikotin merupakan zat yang dapat menyebabkan ketergantungan. Karena itu, setiap temuan mengenai potensi manfaat biologisnya perlu dipahami dalam konteks penelitian medis dan tidak boleh ditafsirkan sebagai anjuran bagi masyarakat untuk mulai menggunakan produk yang mengandung nikotin.

Baca Juga: Cengkeh Punya Manfaat Baik untuk Perlindungan Hati dan Pencernaan, Apa Lagi Khasiatnya? 

Selain pada penyakit neurodegeneratif, dalam penelitian tersebut juga mencatat adanya potensi nikotin dalam membantu memperbaiki gangguan memori yang berkaitan dengan hipotiroidisme, kurang tidur, hingga stres kronis. Pada individu sehat, nikotin dilaporkan dapat memengaruhi proses pembentukan memori dan meningkatkan kemampuan otak dalam menyimpan informasi melalui mekanisme komunikasi antarsel saraf.

"Meskipun nikotin memiliki karakteristik yang berpotensi menyebabkan ketergantungan apabila digunakan dengan cara dan dosis yang tidak tepat, nikotin juga memiliki sejumlah manfaat, termasuk meningkatkan fungsi kognitif pada individu sehat serta membantu memulihkan fungsi memori pada pasien dengan penyakit seperti alzheimer, parkinson, dan hipotiroidisme," ungkap Ahmad Alhowail, dikutip Kamis (2/7).

Para peneliti menekankan, hasil penelitian masih berada dalam ranah kajian ilmiah mengenai mekanisme biologis nikotin. Temuan ini tak berarti masyarakat dianjurkan mengonsumsi nikotin untuk meningkatkan daya ingat ataupun fungsi otak.

Baca Juga: Jus Seledri Turunkan Risiko Penyakit Jantung, punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Yuk Simak Kegunaannya

Remaja, ibu hamil, maupun kelompok rentan lainnya dan non perokok, tetap tidak dianjurkan menggunakan produk yang mengandung nikotin. Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo) Paido Siahaan mengatakan, temuan ilmiah semacam ini perlu dipahami secara proporsional berdasarkan bukti yang tersedia. 

Ia menyebut, masyarakat berhak mengetahui perkembangan penelitian mengenai nikotin, tetapi informasi tersebut harus disertai pemahaman mengenai risiko yang juga menyertainya. "Kami melihat hasil riset mengenai potensi manfaat nikotin terhadap fungsi kognitif dan memori sebagai bagian dari diskusi ilmiah yang sah, tetapi harus dibaca secara hati-hati dan tidak dilebih-lebihkan," ujar Paido.

Paido menegaskan, berhenti menggunakan produk tembakau tetap menjadi pilihan terbaik bagi kesehatan. Karena itu, peningkatan literasi mengenai manfaat, risiko, serta keterbatasan hasil penelitian dinilai penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang valid.

Baca Juga: Dokter Paru Benarkan Pengguna Pasif Bisa Positif Terpapar Ganja di Ruangan Tertutup, Ini Penjelasannya 

Ditambahkannya, produk nikotin legal, termasuk produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik, kantong nikotin, dan produk tembakau yang dipanaskan, menurut pandangannya hanya ditujukan sebagai opsi transisi bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari rokok konvensional, bukan untuk menarik pengguna baru ataupun non-perokok.
 
"Ingat, potensi manfaat nikotin dalam studi ilmiah tidak boleh dijadikan alasan untuk konsumsi sembarangan. Yang kami dorong adalah literasi risiko: nikotin tidak bebas risiko, tetapi risikonya harus dipahami secara proporsional, terutama ketika dibandingkan dengan rokok bakar," ungkap Paido.

Sumber: Jawapos.com

Editor : Rinaldi
#temuan ilmiah #tingkatkan daya ingat #pengaruhi kerja otak #nikotin