JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Paru-paru basah atau pneumonia merupakan infeksi pada jaringan paru-paru yang menyebabkan kantung udara terisi cairan atau nanah. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun jamur.
"Jadi paru-paru basah bukan karena paparan udara dingin dari AC atau kipas angin," kata dokter spesialis anak dr Abdurrahman Hasanuddin SpA.
Pernyataan itu menepis anggapan bahwa anak bisa terkena paru-paru basah karena sering tidur sambil menggunakan AC atau kipas angin.
Baca Juga: Prancis Bombardir Maroko 2-0, Gagal Penalti Mbappe Bangkit Cetak Gol Cantik
Pria yang akrab disapa dr Maman itu dalam unggahannya di Threads, dikutip setelah izin, Selasa (7/7) menjelaskan bahwa udara dingin dari AC memang dapat membuat saluran napas menjadi lebih kering. Pada anak yang memiliki riwayat alergi atau asma, kondisi tersebut bisa memicu munculnya gejala seperti hidung tersumbat, bersin, atau batuk.
Dokter Maman menyatakan, anak tetap boleh tidur menggunakan AC agar merasa nyaman dan memperoleh kualitas tidur yang baik. Orang tua disarankan mengatur suhu AC pada kisaran 24-26 derajat Celsius, memastikan hembusan angin tidak mengarah langsung ke tubuh anak, serta rutin membersihkan filter AC agar kualitas udara tetap terjaga.
Munculnya gejala seperti hidung tersumbat, bersin, atau batuk merupakan bentuk hiperreaktivitas saluran napas, bukan infeksi pneumonia alias paru-paru basah. Karena itu, penggunaan AC saat anak tidur tidak perlu dihindari selama dilakukan dengan cara yang benar.
Ia juga mengingatkan agar orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk yang disertai sesak napas atau napas terasa berat. Pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan memberikan penanganan yang tepat.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi