PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tingkat pencapaian program cek kesehatan gratis (CKG) di Kota Pekanbaru baru sekitar 12 persen dri target 46 persen jumlah penduduk. Di mana sasaran target CKG mencapai 1.037.264 jiwa namun hingga 8 Juli 2026, baru ada sebanyak 126.368 warga yang melakukan CKG.
Hal ini diungkapkan Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar usai menghadiri pengecekan kesehatan gratis di Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Kamis (9/7).
Untuk meningkatkan pencapaian program CKG ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menggandeng sejumlah perguruan tinggi di Kota Pekanbaru.
Menurut Wawako, langkah kolaborasi dengan menggandeng berbagai perguruan tinggi di Kota Pekanbaru ini dapat memperluas sasaran pemeriksaan kesehatan, khususnya bagi kalangan mahasiswa.
Disebutkannya, saat ini pemko telah melakukan kolaborasi dengan Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) menyasar sebanyak 500 mahasiswa dan STIKES Al Insyirah menyasar 150 mahasiswa yang diharapkan dapat mendorong dalam mempercepat pencapaian dengan fokus pada sasaran masyarakat usia dewasa.
”Karena ini kolaborasi pertama kita, maka kami mendorong agar dilanjutkan bersama perguruan tinggi se-Pekanbaru dalam mempercepat pencapaian dengan fokus pada sasaran masyarakat usia dewasa,” ucapnya.
Baca Juga: Jaga Kesehatan dan Semangat Berkarya Pensiunan, PWRI Riau Rutin Gelar Senam Tiap Rabu
Diakuinya, hingga saat ini capaian cek kesehatan gratis di Pekanbaru saat ini baru mencapai 12 persen dari target 46 persen dengan sasaran 1.037.264 dengan kehadiran sampai 8 Juli 2026 sebanyak Untuk itu, pihaknya menargetkan semua kampus di Pekanbaru dapat melakukan CKG ini karena merupakan inisiatif Kementerian Kesehatan yang memberikan akses pemeriksaan kesehatan dasar tanpa biaya bagi seluruh masyarakat Indonesia, dengan tujuan untuk deteksi dini penyakit dan memantau kondisi kesehatan sedini mungkin.
Selain dua universitas di Pekanbaru ini, Pemko Pekanbaru dikatakan Markarius Anwar lagi, juga telah melakukan komunikasi dengan Universitas Riau (Unri) untuk melakukan kolaborasi serupa sehingga tidak ada lagi ditemui indikasi kondisi kesehatan yang rawan di area kampus.
”Kita tentunya berharap kegiatan ini bisa berjalan optimal, apalagi untuk mahasiswa ini sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka dan kita juga bisa maksimal menjalankan program ini sehingga target kita akan tercapai,” tambahnya.(yls)
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Kota
Editor : Arif Oktafian