Hindari 11 Makanan Ini Diberikan pada Bayi, Berisiko Timbulkan Gangguan Kesehatan 

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:00 WIB
Ilustrasi madu. (Freepik)
Ilustrasi madu. (Freepik)

 

RIAUPOS.CO - Bayi usia 6 bulan biasanya sudah bisa diberi Makanan Pendamping Asi (MPASI). Hanya saja semua jenis makanan dapat diberikan dengan aman.

Harus diketahui, sejumlah bahan makanan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan karena sistem pencernaan dan organ tubuh bayi masih berkembang.

Selain itu, makanan yang tidak diolah dengan benar dapat menjadi sumber bakteri dan mikroorganisme berbahaya pada bayi.

Baca Juga: Pekan Ini, TPG Guru Non-ASN Cair, Cek Besaran Tunjangan, Jadwal, dan Status Pencairan

Pemilihan makanan yang tidak tepat dapat memicu gangguan kesehatan pada bayi, bahkan berisiko mengancam nyawa. 

Melansir informasi dari jawapos.com, terdapat bayi  berusia 28 hari yang meninggal setelah diberi telur mentah dengan dalih untuk meredakan demam.

Pemberian telur mentah maupun setengah matang kepada bayi perlu dihindari karena berisiko mengandung bakteri penyebab infeksi dan keracunan makanan.

Baca Juga: Awal Terburuk Manchester United sejak 1986, Michael Carrick: Kami Harus Menemukan Jalan Keluar

Berikut makanan yang sebaiknya dihindari untuk bayi, merujuk informasi dari laman puskesmassesela:

1. Telur mentah

Telur mentah atau setengah matang berpotensi mengandung bakteri Salmonella penyebab infeksi dan keracunan. Bayi lebih rentan mengalami dampak serius akibat infeksi tersebut.

Baca Juga: Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe, Dudung Sebut Evaluasi, Listyo Sigit Enggan Berkomentar

Karena itu, telur yang diolah menjadi MPASI harus dimasak sampai matang sempurna agar risiko kontaminasi bakteri dapat dikurangi.

2. Madu

Madu dikenal sebagai pemanis alami. Terkadang, masih banyak masyarakat yang menggunakan madu untuk melembabkan bibir bayi yang kering. 

Baca Juga: Alex Eala Akhiri Rentetan Kekalahan Beruntun, Menang Mudah atas Diane Parry di Ningbo Open

Konsumsi madu tidak disarankan diberikan pada bayi usia di bawah 1 tahun. Konsumsi madu dapat menyebabkan penyakit botulisme yakni kelumpuhan syaraf karena dipicu oleh bakteri spora bakteri Clostridium botulinum  yang terdapat di dalam madu.

3. Sayur dan buah dengan tekstur keras

Buah dan sayur dengan tekstur keras sebaiknya tidak diberikan untuk bayi di bawah satu tahun. Contohnya pada buah apel, wortel, dan pir yang masih keras. 

Baca Juga: Turun Langsung Layani Masyarakat, Kapolres Inhu Ikut Atur Lalu Lintas

Bahan makanan tersebut dapat dikukus sampai lunak agar sesuai dengan kemampuan bayi untuk mengunyah. Buah seperti anggur dan stroberi juga perlu dipotong agar tidak menyebabkan bayi tersedak.

4. Kacang

Pemberian kacang utuh perlu dihindari karena dapat menyebabkan resiko tersedak. Kacang dapat dihaluskan menjadi pasta atau selai dengan tekstur yang sesuai. Namun, orang tua perlu memperhatikan risiko alergi yang dapat terjadi setelah mengkonsumsi olahan kacang.   

Baca Juga: 3.504 Lamaran Masuk untuk 1.295 Lowongan, 22 Perusahaan Besar Tak Ikut Job Fair Rohul, Ini Daftarnya

5. Makanan tinggi lemak jenuh

Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh berlebih dapat mengganggu perkembangan otak. Contohnya seperti biskuit, keripik, dan kue. MPASI perlu tetap mengutamakan keseimbangan gizi dan menyediakan sumber lemak baik untuk tumbuh kembang bayi.

6. Buah asam

Baca Juga: 39 Ribu Penerima MBG di Meranti Tak Terima Makanan Selagi Kualitas Udara Masih Memburuk

Buah dengan rasa asam dapat melukai sistem pencernaan bayi. Konsumsi buah yang terlalu asam seperti jeruk, lemon, dan anggur bisa memicu gangguan pencernaan pada bayi. Sebaiknya, anda memberikan konsumsi buah-buahan yang manis untuk MPASI seperti semangka ataupun pisang. 

7. Kopi 

Sebagian masyarakat masih memberikan kopi pada bayi sebagai pengganti ASI ataupun susu formula. Padahal, kandungan kafein pada kopi dapat mengganggu tumbuh kembang bayi. Kopi juga tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi sehingga membuat bayi anda gelisah dan tidak mudah tidur. 

Baca Juga: Jalan Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Rampung 100 Persen, Oprit dan Buras Aspal Menyusul

8. Minuman tinggi gula

Hindari memberikan makanan dan minuman dengan kandungan gula tambahan. Beberapa contohnya seperti permen, kue, es krim, dan minuman bersoda dapat mengeroposkan gigi bayi yang baru tumbuh. Selain itu, minuman manis dapat membuat sugar rush sehingga asupan ASI bisa berkurang dan tidak terpenuhi.

9. Ikan tenggiri

Baca Juga: Komitmen Kapolres Inhu Berantas Narkoba, Sepekan 6 Orang Diamankan, Satu di Antaranya Perempuan

Kandungan merkuri dalam beberapa jenis ikan dapat membahayakan otak dan sistem saraf bayi. Hindari untuk memberikan asupan MPASI dengan bahan dasar dari ikan tenggiri, ikan marlin, ikan hiu, ikan todak, dan ikan kerapu.  

10. Jus buah

Jus buah tidak dianjurkan untuk bayi berusia di bawah 12 bulan. Konsumsi jus buah yang berlebihan  dapat menyebabkan obesitas pada bayi, dan kerusakan gigi, serta diare karena kandungan gula di dalamnya. Selain itu, Klonsumsi jus buah sebelum makan dapat membuat bayi cepat kenyang. 

Baca Juga: Terpapar Kabut Asap, 5.550 Warga Siak Terserang ISPA, Hari Ini 193 Kasus

11. Keripik 

Pemberian makanan tinggi garam juga perlu dihindari dalam menu MPASI bayi, karena kebutuhan natrium pada usia ini masih terbatas. Bayi belum bisa mengolah makanan dengan kandungan garam tinggi. 

Editor : M. Erizal
Sumber : jawapos.com
telur mentah makanan bayi mpasi