TELUKKUANTNTAN (RIAUPOS.CO) - Seorang warga Desa Mudiak Ulo, Kecamatan Hulu Kuantan l, Kabupaten Kuansing, Misnawati, PNS, Kamis (22/8/2024) kemarin menjadi korban tindak kejahatan hipnotis.
Handphone, uang, persiapan emas senilai puluhan juta rupiah dan surat-surat berharga di dalam dompetnya sekitar Rp70 juta, dibawa kabur pelaku hipnotis.
Untung saja, Polres Kuansing yang mendapatkan laporan kejadian itu, bergerak cepat. Dalam waktu tak begitu lama, dua orang pelaku berhasil dibekuk dan diamankan Polres Kuansing.
Satu orang pelaku Z, ditangkap Kamis (22/8/2024) sore di sebuah penginapan yang ada di daerah perbatasan Riau-Sumbar. Dan satu pelaku R, ditangkap Jumat (23/8/2024) pagi di daerah Sumbar.
"Ada dua pelaku yang berhasil kami amankan. Z dan R di daerah yang berbeda. Keduanya, berasal dari Sumatera Barat," ujar Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH menjawab Riaupos.co, Ahad (25/8/2024) di Telukkuantan.
Kapolres menyebutkan, dari dua orang yang berhasil diamankan itu, berhasil di dapat barang-barang milik korban Misnawati. Emas bernilai puluhan juta bersama surat pembeliannya dari sebuah toko emas di Telukkuantan, uang, serta surat-surat berharga milik korban yang dibawa kabur pelaku.
Kini, keduanya masih dalam pemeriksaan. Sementara satu orang terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Barang berharga milik korban berhasil diamankan, perhiasan emas, surat-surat berharga, kwitansi pembelian emas di sebuah toko emas di Telukkuantan, dan surat-surat penting lainnya
Kapolres Pangucap kembali mengingatkan agar masyarakat yang datang ke Kuansing melihat pacu jalur, tidak membawa barang-barang perhiasan dan uang yang banyak.
"Cukup bawa uang secukupnya. Karena saat pacu orang sangat ramai dan rawan kejahatan," ujarnya.
Dijelaskan Pangucap, kejadian itu berawal pada Kamis tanggal 22 Agustus 2024 sekira pukul 09.00 WIB. Saat itu, Misnawati pergi berdua dengan anaknya, Rida Misra Yeni. Sampai di Telukkuantan, dia minta diantarkan ke depan praktek klinik dr Lochie. Setelah itu anaknya pergi mengikuti acara kegiatan pacu jalur dan dia pun berpisah.
Misnawati, pergi berkeliling di seputaran pasar Telukkuantan untuk melihat-lihat sambil berbelanja. Sesampai di depan Toko Nusantara dia ditegur seseorang yang tidak dikenal yang menanyakan tempat pesantren yang tidak dingat nama pesantren tersebut.
Dalam percakapannya, datang pula seorang laki-laki lain yang menanyakan kepada laki-laki tersebut, menanyakan ada perlu apa ke pesantren itu. Lalu laki-laki pertama menjawab hendak mengantarkan barang. Ketika ditanya lagi barang apa itu, laki-laki tersebut tidak mau menunjukkan karena tempatnya ramai, dan mengajak berjalan ke arah mobil yang disebutkan laki-laki kedua tersebut yang tepatnya di depan Toko Demensi Komputer.
Sesampai di sana, keduanya memperlihatkan sebuah batu delima oleh laki-laki pertama tersebut. Setelah beberapa rangkaian percakapan dan kejadian yang dilalui, maka tibalah masanya giliran korban yang diarahkan untuk pergi ke masjid dan dia disuruh meninggalkan barang-barang beharga, seperti yang telah dilakukan laki-laki kedua sebelumnya.
Tanpa pikir panjang, Misnawati pergi ke masjid sesuai yang telah diarahkan laki-laki pertama. Sekembalinya dari mesjid dan sampai di lokasi tersebut, kedua laki-laki itu telah menghilang beserta mobilnya.
Laporan: Desriandi Candra (Telukkuantan)
Editor : RP Edwir Sulaiman