TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Seratusan massa, Ahad (24/11) sekitar pukul 10.30 WIB datang dan menggeruduk Kantor Bupati Kuansing di kawasan Kompleks Pemkab Kuansing.
Untung saja, tak terjadi kericuhan antara massa dengan Satpol PP dan Polres Kuansing yang berjaga. Massa yang sudah mulai panas, berulangkali adu mulut dengan anggota Satpol PP.
Tapi masih bisa di tahan oleh personel Polres Kuansing dan sejumlah Kasat Polres Kuansing yang turun mengamankan.
Sekitar pukul 12.10 WIB, Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito SH MH datang ke Kantor Bupati Kuansing itu. Dia mendatangi kerumunan massa. Menenangkan dan mendengarkan aspirasi massa itu dengan tenang.
Mereka meminta pada PJ Sekda Kuansing dr H Fahdiansyah untuk keluar menemui massa dan menjelaskan secara detail apa maksud dan tujuan pertemuan Kades, PJ kades dan camat se-Kabupaten Kuansing itu.
Karena mereka mendapatkan informasi dan adanya indikasi kalau pertemuan itu untuk mengarahkan dukungan pada salah satu Paslon yang maju dalam Pilkada Kuansing.
"Kami minta pak PJ Sekda turun, beri penjelasan," teriakan massa di depan pintu masuk Kantor Bupati Kuansing itu.
Setelah beberapa lama, dan massa menjamin tidak akan berbuat anarkis, PJ Sekda Fahdiansyah yang biasa dipanggil Ukup itu pun datang. Didampingi Kapolres Pangucap Priyo Soegito, Ukup meminta maaf kalau pertemuan hari ini banyak terjadi salah arti.
Baca Juga: KPU dan Kapolres Bengkalis Lepas 17 Truk Logistik Pilkada untuk 9 Kecamatan
Pertemuan kali ini bersama untuk memastikan kelangsungan pelaksanaan Pilkada Kuansing dan bukan untuk mengarahkan dukungan pada salah satu Paslon. Tapi penjelasan itu dibantah seratusan massa yang datang dan mendengarkan.
"Kami tau dan mendapat informasi, kalau pertemuan itu akan diarahkan untuk memenangkan salah satu Paslon," teriakan beberapa orang di tengah kerumunan massa itu yang dicoba ditenangkan Indra Putra, Hendra AP, Nerdi Wantomes dan lainnya.
Baca Juga: Sukarmis Divonis 12 Tahun Penjara, Jadi Bupati Kuansing Ketiga Terbukti Korupsi
Melihat aksi itu, Ukup bersama Kapolres dan perwakilan massa berjanji untuk menjaga situasi keamanan menjelang Pilkada, untuk menghindari salah sangka, curiga, pemerintah daerah akan menghentikan semua kegiatan yang digelar pemerintah daerah di masa tenang yang bisa menimbulkan kecurigaan atau bisa menguntungkan salah satu Paslon.
"Saya berjanji, semua kegiatan pemerintah daerah yang bisa menimbulkan kecurigaan atau menguntungkan salah satu Paslon, untuk dihentikan. Kalau pun akan dilaksanakan, kami akan mengundang perwakilan Paslon," ujarnya.
Mendengar itu, massa masih menanyakan keseriusan janji PJ Sekda. "Kalau ketemu sama kami, akan kami bubarkan," teriak massa.
Penjelasan Ukup itu sedikit bisa diterima massa. Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito pun meminta semua massa untuk tenang, membantu menjaga situasi aman dan kondusif menjelang Pilkada.
"Kita ini se kampung. Jadi tolong jaga situasi dan keamanan bersama," setelah berdiskusi, akhirnya sekitar pukul 13.10 WIB massa membubarkan diri. (dac)
Editor : M. Erizal