TELUK KUANTAN (RIAUPOS.CO) - Di tahun 2025 ini, Pemkab Kuansing melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan yang bertugas di Kuansing.
Baik yang bertugas di RSUD, puskesmas-puskesmas, maupun di klinik-klinik kesehatan milik swasta.
Langkah itu dinilai penting. Tidak saja meminimalisir kasus-kasus kesalahan yang diakibatkan kelalaian dalam menjalankan tugas, tetapi juga untuk memastikan tenaga kesehatan yang bertugas bekerja sesuai dengan prosedur.
Dan masyarakat mendapatkan pelayanan yang prima sesuai dengan program kesehatan Kuansing yang dicanangkan Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM.
Itu ditegaskan Plt Kadiskes Kuansing Dr Trian Zulhadi menjawab Riaupos.co, Ahad (26/1/2025).
"Di tahun 2025 ini, salah satu fokus kita adalah peningkatan SDM yang ditempatkan. Sehingga tak ada lagi kasus "kecelakaan kesehatan" penanganan dalam bertugas akibat kelalaian dan SDM yang kurang," ungkap Trian Zulhadi.
Trian Zulhadi tak menampik, ada saja "kecelakaan kesehatan" yang terjadi. Semua itu dikarenakan kelalaian dan SDM yang kurang terampil.
Dengan pelatihan peningkatan SDM, dia berharap tak ada lagi kasus "kecelakaan kesehatan" terjadi di Kuansing.
Kecelakaan medis tidak saja merugikan korban, tetapi juga berdampak hilangnya kepercayaan masyarakat karena takut berobat di puskesmas, di klinik si A dan lainnya.
"Kalau begini, kan susah kita. Mau berobat ke puskesmas masyarakat takut, ke klinik itu, masyarakat takut. Tidak mungkin semuanya harus ke rumah sakit atau di rujuk," kata Trian.
Baca Juga: Geram dengan Kartu Merah Myles Lewis-Skelly, Mikel Arteta Puji Karakter Permainan Arsenal
Dalam siklus penanganan kesehatan, ada tahapannya. Ada yang semestinya bisa di tangani di tingkat puskesmas. Kecuali, penyakit yang diderita pasien tidak bisa lagi ditangani puskesmas, baru di rujuk ke rumah sakit.
Selain itu, melakukan pengawasan berkala ke puskesmas-puskesmas maupun klinik secara berkala, sehingga operasional pelayanan kesehatan di puskesmas-puskesmas maupun klinik nonpemerintah sesuai standar kesehatan. (dac)
Editor : M. Erizal