Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Akibat Hantaman Sungai Bawang Kuansing, Akses Jalan Desa Petai Putus, Warga Harus Memutar ke Simpang Tiga Koto Baru

Desriandi Candra • Jumat, 14 Maret 2025 | 16:10 WIB
Camat Singingi Hilir Andhi Syamsul bersama Kalaksa BPBD Kuansing H Yulizar , Jumat (14/3/2025) meninjau banjir di Desa Petai Kecamatan Singingi Hilir.
Camat Singingi Hilir Andhi Syamsul bersama Kalaksa BPBD Kuansing H Yulizar , Jumat (14/3/2025) meninjau banjir di Desa Petai Kecamatan Singingi Hilir.

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Hujan lebat yang terjadi sejak Kamis (13/3/2025) malam hingga subuh Jumat (14/3/2025) di Kabupaten Kuansing, tidak saja menyebabkan luapan sungai Petapahan Kecamatan Gunung Toar.

Tetapi beberapa sungai di Kecamatan di Kuansing juga meluap. Sehingga merendam pemukiman warga setempat maupun jalan.

Di wilayah Kecamatan Singingi Hilir, hujan menyebabkan luapan Sungai Bawang. Sungai Bawang yang meluap dan dengan arus yang kuat membuat jalan di Desa Petai persis di depan jembatan yang menjadi penghubung, Jumat dini hari putus.

Akibat putusnya jalan penghubung antar desa di wilayah Singingi Hilir atas (ekstran), warga tidak bisa melintas.

Untung saja, ruas jalan itu bukan menjadi akses jalan satu-satunya masyarakat. Masyarakat masih bisa melewati jalan alternatif ke simpang tiga Petai menuju Desa Koto Baru.

"Walau sedikit memutar, jalan alternatif desa masih ada," ungkap Camat Singingi Hilir Andhi Syamsul yang dikonfirmasi Riaupos.co.

Andhi mengatakan, begitu mendapatkan informasi jalan putus akibat hantaman sungai bawang, dia langsung menyampaikan pada BPBD dan Dinas PUPR Kuansing dan langsung melakukan peninjauan.

Ruas jalan itu tidak saja dimanfaatkan masyarakat ekstran Singingi Hilir, tetapi juga dimanfaatkan pihak perusahaan, seperti PT Wana Sari Nusantara (WSN). Saat kejadian jalan putus, pihak WSN juga turun ke lokasi melakukan peninjauan.

"Dan tadi kami bersama-sama langsung gotongroyong membuah akses jalan kendaraan roda dua, disebelah jalan yang putus. Sekarang kendaraan roda dua bisa melalui," kata Andhi Syamsul.

Sementara roda empat sama sekali tidak bisa lewat. Kendaraan pribadi roda empat sementara diarahkan ke arah Simpang Tiga Desa Petai memutar ke Desa Koto Baru untuk akses ke luar. Namun untuk truk tronton atau fuso tidak bisa lewat.

Kalaksa BPBD Kuansing H Yulizar yang dihubungi terpisah tak menapik kejadian itu. "Kami bersama-sama pak Camat Singingi Hilir tadi meninjau lokasi jalan putus di Desa Petai," ujarnya.

Curah hujan Kamis malam sampai Jumat subuh, terbilang lebat dan lama. Sehingga, banyak anak-anak sungai yang melewati kecamatan dan desa meluap.

Selain luapan sungai Bawang Kecamatan Singingi Hilir yang menyebabkan ruas jalan putus, 239 KK terendam.

Lalu di Kecamatan Logas Tanah Darat ada 271 KK terendam akibat luapan sungai Rambahan. Kecamatan Pangean 117 KK, Kecamatan Gunung Toar 211 KK yang terdampak dan Kecamatan Sentajo Raya 17 KK dari sungai Sinambek.

Kondisi air masih dalam batas normal dan belum membahayakan. Untuk Petapahan dan Sentajo Raya, air sudah normal.

"Semoga di hulu sungai tidak terjadi hujan lebat dalam waktu yang lama. Sebab potensi hujan masih tinggi," papar Yulizar. (dac)

Editor : M. Erizal
#jalan putus #jalan penghubung putus #kuansing