Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Banjir di Lima Kecamatan Surut, Cuaca Tak Bisa Diprediksi

Desriandi Candra • Sabtu, 15 Maret 2025 | 14:47 WIB
Kalaksa BPBD Kuansing H Yulizar
Kalaksa BPBD Kuansing H Yulizar

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Banjir luapan sungai-sungai yang melintasi lima kecamatan di Kabupaten Kuansing, Gunung Toar, Pangean, Sentajo Raya, Singingi Hilir, dan Logas Tanah Darat, Sabtu (15/3/2025) sudah suruh.

Warga yang rumahnya sempat terendam banjir, sudah kembali beraktivitas seperti semula. "Alhamdulillah, banjir luapan sungai di lima kecamatan itu hari ini sudah surut. Kita bersyukur banjir tidak berlangsung lama," kata Kalaksa BPBD Kuansing H Yulizar, Sabtu (15/3/2025).

Menurut Yulizar, dari laporan masing-masing camat padanya, banjir sudah surut. Akses jalan desa yang sempat terendam kemaren seperti di Pasar Baru Kecamatan Pangean, Rambahan Kecamatan Logas Tanah Darat, sudah bisa dilalui kendaraan.

Dari lima kecamatan itu, bencana banjir paling parah terjadi di Kecamatan Logas Tanah Darat akibat luapan Sungai Rambahan. Hampir semua desa di Logas Tanah Darat sekitar Sungai Rambahan terendam. Ketinggian air Jumat mencapai pinggang orang dewasa. Bahkan beberapa titik lebih tinggi dan lebih rendah. Sehingga aktivitas masyarakat ikut terganggu. Untungnya, banjir cepat berlalu.

"Jumat pagi sampai siang kemaren itu, kendaraan tidak bisa lewat sama sekali. Syukurnya, sore sampai malam air cepat surut. Dan hari ini, berangsur normal," sambung Yulizar.

Melihat kondisi itu, Pemkab melalui BPBD Kuansing langsung turun ke lokasi menyalurkan 500 Kg beras, ditambah minyak makan dan mie instan untuk ke daruratan. Bantuan yang disalurkan merupakan bantuan banjir dari Pemprov Riau.

Sedang di Desa Petai sekitarnya Kecamatan Singingi Hilir yang juga terkena banjir akibat luapan Sungai Bawang, pun sudah surut. Jalan di Desa Petai yang putus, langsung ditangani pihak PT Wanasari Nusantara (WSN). "Mereka langsung mengerahkan alat untuk oprit jalan. Sehingga bisa dilalui kendaraan roda dua masyarakat. Tapi roda empat, terpaksa memutar ke simpang tiga Petai menuju Koto Baru bila ingin keluar," ujar Yulizar.

Begitu juga di Pasar Baru Kecamatan Pangean, Desa Petapahan Kecamatan Gunung Toar dan Sentajo Raya, sudah surut. Meski sudah surut, Yulizar meminta masyarakat untuk tetap waspada. Sebab, kondisi cuaca sekarang tidak bisa diprediksi.

"Kadang panas terik, lalu berubah mendung dan hujan. Yang kita khawatirkan jika hujan berlangsung lama. Dimana Kuansing banyak dilalui anak-anak sungai yang berpotensi meluap dan menyebabkan banjir bila berlangsung lama," tambah Kalaksa Yulizar.

Camat Pangean Aswandi yang dihubungi terpisah, mengatakan banjir di wilayah Pasar Baru Pangean sekitarnya, disebabkan luapan Sungai Rambahan yang mengarah ke bendungan Pangean. Karena curah hujan yang tinggi dan kiriman air sungai begitu besar, tidak bisa ditampung oleh bendungan Pangean yang berfungsi untuk irigasi persawahan petani itu.

Meski tidak ada korban, rumah warga yang hanyut, beberapa kolam ikan milik warga sekitar porak poranda. Ikan-ikan yang siap di panen lepas hingga lokasi banjir. "Jumlah petani ikan yang kolamnya bobol saat banjir, masih belum terdata. Menurut informasi sementara ada sekitar 12 petani ikan. Mudah-mudahan tidak ada banjir susulan," kata Aswandi.

Editor : Rinaldi
#banjir kuansing #luapan air sungai #mulai surut