TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Personel petugas kebersihan di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing, ternyata ikut terdampak efisiensi anggaran. Dari semula 305 orang sekarang menjadi 201 orang.
Jumlah 201 orang itu sudah termasuk petugas kebersihan di lapangan dan sopir pengangkut sampah. Sehingga dengan pengurangan personel yang ada, berdampak pada penambahan job petugas kebersihan yang dibebankan setiap harinya.
Membersihan, menyapu ruas-ruas jalan dalam kota Telukkuantan. Kawasan taman jalur, Pasar Telukkuantan maupun ke area pemukiman rumah warga.
"Jadi memang ada pengurangan tenaga kebersihan kita. Kalau kemarin pekerjaan membersihkan ruas jalan itu berempat, sekarang jadi berdua. Tetapi mereka tetap semangat menjalankan tugasnya,"papar Kadis DLH Kuansing, Deflides Gusni menjawab Riaupos.co kemarin.
Makanya, DLH Kuansing menghimbau agar masyarakat Kuansing ikut berpartisipasi langsung menjaga kebersihan, dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Bayangkan, untuk dalam kota Teluk Kuantan saja, ada sekitar 40 ton sampah yang harus disapu, dibersihkan dan diangkut oleh petugas kebersihan mereka setiap hari. Di kumpulkan di TPA milik Pemkab Kuansing.
Belum lagi ada dua titik pasar kecamatan yang juga menjadi tanggungjawab DLH Kuansing. Yakni Pasar Benai dan Pasar Lubuk Jambi. Sampah di dua pasar ini juga tidak sedikit. Masing-masing sekitar 20 tin setiap minggunya.
Sampah-sampah dari dua pasar itu, juga diangkut dan dibawa ke TPA Kuansing di Teluk Kuantan. "Nah kalau bukan kesadaran dan partisipasi masyarakat kita, kapan lagi ikut terlibat menjaga kebersihan lingkungan ini," papar Deflides Gusni.
Dia berharap, rutin melakukan himbauan, kedepan partisipasi masyarakat Kuansing akan semakin baik seperti daerah-daerah lain di Indonesia yang sudah lebih baik.(dac)
Editor : Edwar Yaman