TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Waspada, musim kemarau mulai menyelimuti wilayah Kabupaten Kuansing. Perubahan musim ini mengancam munculnya kebakaran lahan dan hutan.
Sabtu (28/6/2025), BPBD Kuansing mendeteksi adanya tiga titik api yang muncul. Tiga titik api yang terpantau lewat aplikasi Lancang Kuning itu, terdapat di Desa Air Buluh Kecamatan Kuantan Mudik.
Namun BPBD Kuansing belum mengetahui secara detail keberadaan titik api yang terpantau itu. Apakah berada di kawasan hutan atau lahan masyarakat dan perusahaan.
"Secara detail, kami belum mengetahui secara pasti dimana. Kawasan hutan kah, lahan masyarakat kah atau lahan perusahaan," kata Kepala BPBD Kuansing, H Yulizar yang dihubungi Riaupos.co
H Yulizar yang saat ini tengah berada di Kabupaten Bengkalia bersama kafilah MTQ Kuansing lainnya menyebutkan, tengah mencoba berkoordinasi dengan pihak Desa Air Buluh.
"Kami masih mencoba mencari informasi dari desa. Detail titik api yang terpantau itu," katanya lagi.
Personel BPBD Kuansing belum bisa turun ke lokasi. Dimana hari ini tengah mengikuti pendidikan dasar (Diksar) di Kecamatan Inuman sehingga belum bisa melakukan cek lokasi secara langsung.
Selain berkoordinasi dengan pemerintahan desa, BPBD juga tengah berkoordinasi dengan kecamatan dan kepolisian.
Soal pergantian musim panas atau kemarau ini, jauh hari sudah dilakukan himbauan oleh BPBD Kuansing. Dimana pada akhir Juni intensitas sudah turun.
Disambut musim panas pada Juli dan Agustus 2025. Dengan perubahan cuaca itu, mereka meminta semua masyarakat Kuansing untuk waspada. Tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Karena ini bisa menyebabkan kebakaran.
"Kalau sudah terjadi kebakaran, maka akan sulit memadamkannya,"ujar Yulizar.
Editor : Eka G Putra