Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Si Tukang Tari Pacu Jalur yang Viral Ternyata dari Jalur Tuah Kori Dubalang Rajo, Masih Duduk Bangku Kelas V SD

Desriandi Candra • Kamis, 3 Juli 2025 | 15:20 WIB
Rayyan Arkan Dikha, Si Tukang Tari Jalur Tuah Kori Dubalang Rajo Desa Pintu Gobang Kari Kecamatan Kuantan Tengah.
Rayyan Arkan Dikha, Si Tukang Tari Jalur Tuah Kori Dubalang Rajo Desa Pintu Gobang Kari Kecamatan Kuantan Tengah.

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Masyarakat Kabupaten Kuansing, bertanya-tanya siapa anak Si Tukang Tari pada video jalur viral yang di posting dalam akun Tiktok klub raksasa sebak bola dunia asal negara Perancis, Paris Saint Germain (PSG), terjawab sudah.

Si Tukang Tari yang terlihat lincah menari-nari di atas jalur yang sedang melaju membelah Sungai Kuantan dengan iringan musik rap itu, ternyata adalah anak Si Tukang Tari Jalur Tuah Kori Dubalang Rajo dari Desa Pintu Gobang Kari Kecamatan Kuantan Tengah, Rayyan Arkan Dikha.

Si Tukang Tari yang akrab disapa Dikha, lahir di Desa Koto Kari, 28 September 2014. Dan baru naik kelas V SD Negeri 013 Pintu Gobang Kari. Dia adalah putra dari pasangan Jupriono dan Rani Ridawati.

Pada Riaupos.co, Dikha mengaku terkejut dan tidak menduga kalau aksinya di atas Jalur Tuah Kori Dubalang Rajo menarik perhatian akun Tiktok Mancanegara seperti PSG dan dalam negeri.

Dia pun merasa bangga dan senang.

"Sudah lihat kemaren videonya di akun Tiktok PSG. Senang sekali dan merasa bangga," ujar Dikha didampingi Rani, ibunya.

Dikha sudah ikut bergabung sebagai si Tukang Tari jalur desanya itu sekitar dua tahun terakhir atau ketika masih duduk di kelas III SD.

Dimana sudah menjadi keinginannya sedari kecil untuk menjadi si Tukang Tari Jalur.

Meski masih berusia belia, Dikha mengakui tak ada cemas saat menari-nari di atas jalur yang berpacu.

Padahal, bila saja dia kehilangan keseimbangan, maka akan terpeleset jatuh ke Sungai Kuantan.

Beberapa kali itu di alaminya. Saat menari-nari dan hilang keseimbangan, tubuhnya jatuh ke Sungai Kuantan.

"Ngak cemas. Kalau jatuh ke Sungai Kuantan itu memang tergelincir dan hilang ke seimbangan," kata Dikha.

Dikha mengaku atraksi menari-nari itu tidak pernah diajarkan orang tuanya atau pengurus jalur.

Melainkan merupakan hasil kreasinya dengan melihat gaya yang ada di postingan media sosial atau TV yang banyak.

Dia hanya berharap bisa menyuguhkan tarian yang menarik untuk anak pacuan jalur desanya itu.

Orang tua Dikha, Rani pun merasa senang dengan viralnya video tarian putranya itu.

"Mudah-mudahan ini membawa berkah pada Dikha dan jalur desa kami," ungkap Rani.

Dia pun mengakui atas viralnya video Dikha, mendapatkan donasi dari sponsor asal Bali sebesar Rp5 juta.

Dana itu diantarkan salah seorang konten kreator asal Kuansing pada mereka kemaren.

Pj Kepala Desa Pintu Gobang Kari, Dadang Muttaqin menyebutkan viralnya tarian Dikha juga mendatangkan semangat bagi anak pacuan.

Bahkan mereka juga turut mendapat berkah dari Boat Dance Kita Group Jakarta yang menjadi sponsor jalur mereka dengan menyumbang dana Rp20 juta.

Saat ini, Jalur Tuah Kori Dubalang Rajo siap-siap mengikuti perpacuan jalur Rayon III di Kecamatan Pangean 4-7 Juli 2025.

Editor : Rinaldi
#Tukang onjai #Jalur Tuah Kori Dubalang Rajo #sungai kuantan #murid sd #Penari pacu jalur rayyan arkan dikha #Tukang Tari #Rayyan arkan dikha #Anak coki #pacu jalur #Akun TikTok #Aura Farming