KUANSING (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 13 jalur berhasil lolos ke hari ketiga yang dilangsungkan Ahad (20/7) pada pacu jalur Rayon IV di Tepian Datuk Bandaro Lelo Budi Kari, Kecamatan Kuantan Tengah. Mereka berhasil lolos setelah harus bertarung sengit dalam pacu jalur hari kedua, Sabtu (19/7). Sebab pacu jalur hari kedua melangsungkan dua kali perpacuan.
Meski harus bersusah payah, langkah mereka tetap tidak terhenti. Ke-13 jalur yang akan berpacu pada hari final hari ini, masing-masing Jalur Keramat Jubah Merah Desa Muaro Sentajo Kecamatan Sentajo Raya. Jalur Toduang Biso Rimbo Piako Desa Pebaun Hilir Kecamatan Kuantan Mudik. Jalur Lompatan Keramat Panjang Desa Pulau Baru Kopah Kecamatan Kuantan Tengah. Jalur Lancang Kuning Rantau Kuantan Desa Pulau Panjang Hilir Inuman. Jalur Pendekar Hulu Bukit Tabandang Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan.
Jalur Upae Shagok Ghimbo DusunDusun Desa Kepala Pulau Kuantan Hilir. Jalur Buayo Danau Desa Bandar Alai Kari Kuantan Tengah. Jalur Juragan Kuantan Desa Seberang Gunung Kecamatan Gunung Toar. Jalur Pendekar Khayangan Tuah Nogori Desa Pembatang Pangean. Jalur Sang Ratu Helmina Desa Koto Kombu Hulu Kuantan. Jalur Batu Lompatan Harimau Kompe Desa Kinali Kuantan Mudik. Jalur Sari Jadi Gemetar Alam Desa Pulau Beralo Kuantan Hilir Seberang. Dan Jalur Putri Anggun Sibiran Tulang Desa Banjar Padang Kuantan Mudik.
“Hari ini, perpacuan jalur kita lakukan dua putaran. Sehingga dari 50 jalur yang lolos kemarin, tinggal 13 jalur untuk hari terakhir besok,” ungkap Ketua Panitia Pacu Jalur Rayon IV, Lismadi SPd.
Mereka yang berhasil meraih juara, kata Lismadi, berhak mendapatkan hadiah berupa, Juara I Rp17 juta ditambah satu ekor kerbau, piala bergilir, piala tetap, piagam dan medali. Juara II, Rp15 juta ditambah satu ekor sapi, piala tetap, tonggol juara, piagam dan medali. Juara III, Rp13 juta ditambah satu ekor sapi, piala tetap, tonggol juara dan piagam. Juara IV, Rp11 juta, tambah tonggol juara, piala, piagam juara. Juara V, Rp9,5 juta, piala dan tonggol juara, piagam. Juara VI Rp7,5 juta, piala, tonggol juara dan piagam. Juara VII Rp5,5 Juta, piala, tonggol juara dan piagam. Juara VIII-X masing-masing mendapatkan hadiah Rp3 juta ditambah tonggol juara, piala dan piagam.
Pacu Jalur Perlu Kolaborasi Bersama
Viralnya pacu jalur, lewat aksi tarian anak si Tukang Tari Rayyan Arkan Dikha dan Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo Desa Pintu Gobang Kari Kecamatan Kuantan Tengah, tidak saja menjadi tanggung jawab Kabupaten Kuansing. Tetapi juga menjadi tanggung jawab Pemprov Riau. Baik dari segi pelaksanaan, infrastruktur jalan, akomodasi, pelayanan wisata, hingga penganggaran. Pemprov Riau tidak bisa berpangku tangan melepaskan itu hanya pada Pemkab Kuansing.
Sebab, kalangan YouTuber, wisatawan asing sudah tahu ikonik pacu jalur tradisional Kabupaten Kuansing ini. Buktinya, di pacu jalur Rayon IV Tepian Datuk Bandaro Lelo Budi Kecamatan Kuantan Tengah, sudah berdatangan para wisatawan dan YouTuber asing, Joe Hattab asal Yordania, bersama rekannya dari Maroko dan Taiwan. Ditambah ada tiga wisatawan asing asal Amerika Serikat yang masih berstatus pelajar. Jumlah itu kemungkinan besar akan semakin banyak saat iven puncak pacu jalur di Tepian Narosa Telukkuantan tanggal 20-24 Aguatus 2025 mendatang.
“Jadi semuanya harus berkolaborasi, dan saling mendukung. Sebab, baik buruknya pacu jalur nanti, orang akan melihat itu juga kinerja Pemprov Riau. Jadi saran saya, semua harus saling berkolaborasi menyukseskan pacu jalur ini,” kata tokoh masyarakat Kuansing Dr Mardianto Manan MT pada Riau Pos, Sabtu (19/7).
Dari segi anggaran misalnya, yang menurut informasi yang dia terima tak sampai Rp600 Juta, kata Mardianto Manan, bukan salah Gubernur Riau saat ini Abdul Wahid. Sebab, penganggaran itu sudah dibahas dan disahkan satu tahun sebelumnya. Tetapi Pemprov Riau yang dipimpin Gubernur Riau Abdul Wahid perlu mencarikan solusinya. Misalnya saja dengan memanggil dan meminta kontribusi perusahaan-perusahaan asing, nasional yang beroperasi di Bumi Riau memberikan kontribusinya dalam helat akbar pacu jalur ini. Sebab, tradisi pacu jalur Kabupaten Kuansing ini juga milik Riau yang sudah mendunia.
“Pacu jalur ini sudah ‘terlanjur’ viral ke mancanegara dan harus kita pikul bersama untuk menyukseskannya. Mata orang datang bukan hanya tertuju pada Pak Bupati Kuansing saja tapi juga siapa gubernurnya,” tegas Mardianto.
Mantan anggota DPRD Riau ini menyatakan, ke depan penganggaran pacu jalur di APBD Riau juga hendaknya lebih representatif. Lalu dalam menyikapi meledaknya pengunjung yang akan datang ke kota Telukkuantan, sebagai dampak viralnya pacu jalur di seluruh dunia saat ini, kata Mardianto Manan, Pemkab Kuansing perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi pelayanan pada seluruh bidang yang berkaitan dengan acara akbar pacu jalur ini.
Pertama soal infrastruktur dan aksesibilitas. Pemkab Kuansing perlu menyusun proposal argumentatif dan teknis kepada Pemprov dan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan infrastruktur jalan dari Pekanbaru ke Kuansing. Menjadikan peningkatan akses ini sebagai bagian dari pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional.
Kedua, akomodasi dan pelayanan wisatawan. Menurutnya, pendataan dan pemanfaatan rumah warga sebagai homestay, dilengkapi dengan pelatihan singkat untuk warga agar memahami etika pelayanan wisatawan (hospitality training). Sertifikasi ringan untuk menjamin kualitas layanan dasar, yang diperlukan para wisatawan yang bakal hadir ke lokasi arena pacu jalur tersebut.
Ketiga, pengelolaan sampah dan kebersihan. Pemkab perlu mengerahkan tim kebersihan terlatih dan tambahan relawan untuk menjaga kebersihan selama acara. Pemasangan papan pengumuman dan edukasi publik tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya di berbagai titik strategis perlu dilakukan.
Keempat, pelayanan multibahasa. Ia menyarankan perlu rekrutmen relawan penerjemah, khususnya untuk bahasa Inggris, dalam rangka mengantisipasi wisatawan mancanegara. Terkait aspek seremonial dan budaya pacu jalur, pembukaan resmi (seremonial) pacu jalur harus dirancang dengan baik karena merupakan cerminan awal dan roh dari keseluruhan acara. Momen utama untuk membangun kesan pertama bagi tamu penting dan wisatawan nasional atau internasional.
Tarian massal yang menceritakan budaya dan sejarah Kuantan serta pacu jalur menjadi highlight utama. Maka perlu kreografi profesional. Kabupaten Kuansing mempunyai Bang Epi. Untuk mewujudkan rencana dan strategi di atas maka perlu langkah-langkah berikutnya yakni strategi lobi anggaran pusat (APBN) untuk mendukung pacu jalur ini agar bisa diimplementasikan dengan baik. Pemerintah Daerah perlu mengoptimalkan peluang dari berbagai sektor APBN, tidak hanya terbatas pada sektor pariwisata. Misalnya saja, pengembangan fasilitas fisik seperti tribun, taman budaya pacu jalur, dermaga, dan infrastruktur pendukung.
Bidang lingkungan hidup, perlu rehabilitasi dan pengendalian pencemaran DAS Batang Kuantan. Sektor perhubungan, pengembangan transportasi sungai dan penyeberangan untuk mendukung mobilitas wisatawan. Bidang pekerjaan umum, perlu proyek dam dan penguatan tebing sungai untuk mencegah abrasi yang mengancam jalur pacu. Bidang pelestarian budaya, perlindungan dan promosi budaya pacu jalur sebagai warisan budaya tak benda.
Untuk menggaet semua itu, perlu melibatkan secara aktif anggota DPR RI Dapil Riau serta anggota komisi terkait. Seperti Komisi X (Pariwisata dan Kebudayaan), Komisi IV (Lingkungan), Komisi V (PU dan Perhubungan) dengan menyiapkan dokumen pendukung yang lengkap. Seperti naskah akademik, DED (detail engineering design), dan kajian manfaat ekonomi dan sosial.
Pacu jalur menurutnya, bukan hanya perayaan budaya, tapi peluang strategis untuk mengangkat Kuansing secara ekonomi, budaya, dan pariwisata nasional. Diperlukan koordinasi lintas sektor, profesionalisme panitia, dan sinergi pemerintah dengan masyarakat serta legislatif mulai dari DPRD kabupaten, DPRD provinsi dan DPR RI.
Ketua Umum Panitia Pacu Jalur 2025, Werry Ramadhan Putra mengatakan, Rabu (16/7) sudah dilakukan penggalangan dana pacu jalur. Dari hasil penggalangan dana itu, sebelumnya kebutuhan diperkirakan Rp4 miliar. Tetapi melihat perkembangan pacu jalur viral, tamu-tamu kenegaraan banyak yang akan hadir dan perlu akomodasi, panitia mematok kebutuhan anggaran sebesar Rp5,1 milliar. Rp1,5 miliar dari APBD Kuansing dan target dari pihak ketiga Rp3,6 miliar. Makanya dalam penggalangan dana yang mengundang kalangan pimpinan perusahaan.(dac)
Editor : Bayu Saputra