TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Siapa yang akan menjadi juara baru pada iven pacu jalur tradisional di Tepian Narosa Telukkuantan yang digelar 20-24 Agustus 2025 setelah gelar juara copot dari Jalur Putri Anggun Sibiran Tulang, terjawab sudah.
Di laga perpacuan pamungkas yang paling ditunggu seluruh pengunjung dan penonton di sepanjang arena perpacuan pada final, Ahad (24/8/2025), Jalur Bintang Emas Cahaya Intan 2023 dari Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuansing, berhasil mengalahkan Jalur tangguh asal Kabupaten Inhu, Tuah Datuk Keramat Imbang Di Alam.
Namun bukan mudah untuk mengalahkan Jalur Tuah Datuk Keramat Imbang Di Alam. Jalur asal Inhu ini memberikan perlawanan yang sengit. Bahkan sempat memimpin di pancang pemisah ketiga beberapa anak pacu Jalur Bintang Emas Cahya Intan.
Namun anak pacuan Jalur Bintang Emas Cahaya Intan tidak gentar. Bahkan dari arena perpacuan jalur terlihat, Jalur Bintang Emas Cahaya Intan seperti mendapatkan tenaga hingga jalur anak pacuan semakin cepat melesat. Membelah Sungai Kuantan sepanjang 1 kilometer itu.
Riuh sorak sorai ratusan ribu penonton terdengar lantang di sepanjang arena. Memberikan semangat pada jalur asal Kabupaten Kuansing itu. Begitu pula bagi Jalur Bintang Emas Cahaya Intan, perpacuan jalur ini merupakan "hidup mati" dan marwah bagi masyarakat Kabupaten Kuansing yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan pacu jalur yang sudah mendunia itu.
Dengan perjuangan keras dan semangat juang yang tinggi anak pacuan, akhirnya Jalur Tuah Datuk Keramat Imbang Di Alam asal Inhu ini menyerah. Dan mengakui kecepatan Jalur Bintang Emas Cahaya Intan yang menggunakan kostum kuning ini.
Dengan begitu, Jalur Bintang Emas Cahaya Intan keluar sebagai juara I. Juara baru di Tepian Narosa Telukkuantan. Mereka sudah menunggu cukup lama untuk meraih gelar juara pacu jalur di Tepian Narosa Telukkuantan ini.
Sementara Jalur Tuah Datuk Keramat Imbang Di Alam, harus puas di posisi kedua (juara II). Perpacuan jalur perebutan juara III dan IV antara Jalur Panglima Rimbo Piako Inhu dengan Jalur Buayo Danau Desa Bandar Alai Kari Kecamatan Kuantan Tengah, Kuansing, juga tidak kalah seru dan menegangkan.
Di mana kedua jalur yang berpacu, lagi-lagi mempertemukan jalur Kuansing dan Inhu. Sehingga, emosional pendukung dari kedua asal jalur, juga terlihat di sepanjang arena perpacuan.
Beberapa penonton yang melihat, bahkan rela berendam di dalam Sungai Kuantan. Namun akhirnya, juara III berhasil diraih Jalur Panglimo Rimbo Piako Inhu. Dan Juara IV diraih Jalur Buayo Danau Desa Bandar Alai Kari Kecamatan Kuantan Tengah, Kuansing.
Sementara untuk penentuan peringkat jalur lainnya, dilakukan pencabutan undian peringkat oleh perwakilan jalur di tribun finis. Hasilnya, juara V diraih Jalur Singa Ngarai, Kecamatan Benai. Juara VI, Jalur Nago Sati, Kecamatan Kuantan Mudik Juara VII, Untung Bertuah, Inhu. Juara VIII, Jalur Ghajo Siluman Sungai Tonam Inuman
Jalur X, Limbago Sati Rantau, Kecamatan Kuantan Tengah. Juara XI, Jalur Samurai Jopang Bukik Tatunggang, Kuantan Tengah. Juara XI, Jalur Panglimo Tasik Indang Bunian, Inhu. Juara XII, Jalur Toduang Biso Rimbo Piako, Kecamatan Kuantan Mudik. Juara XIII, Jalur Tuah Kalajengking Muda Indragiri 2024, Inhu. Juara XIV, Jalur Sang Ratu Helmina Hulu Kuantan. Dan Juara XV, Jalur Pulau Bertuah, Inhu.
Di tahun 2025 ini, total hadiah yang disiapkan mencapai Rp853.500.000.
"Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp853.500.000," ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kuansing, Drs Darwis MM didampingi Sekretaris Panitia Pacu Jalur, Ahmad Herry, Sabtu (23/8/2025) di Telukkuantan.
Menurut Ahmad Herry, besaran total hadiah itu terdiri dari APBD Kuansing Rp493.500.000 dan APBD Provinsi Rp360.000.000.
Dari besaran total hadiah pacu jalur tradisional tahun 2025 itu, peraih juara I berhak mendapat hadiah berupa uang pembinaan Rp150 juta, piala bergilir Menteri Pariwisata RI, piala tetap, piagam, tonggol juara, bonus dari Wapres Gibran Rakabuming Raka sepasang kerbau dan satu ekor sapi dari Rumah Makan Sederhana.
Juara II Rp130 juta ditambah piala tetap, tonggol juara, piagam, ditambah bonus dari Wapres Rakabuming Raka satu ekor kerbau betina dan satu ekor sapi dari rumah makan Sederhana.
Juara III, Rp115 juta, piala tetap, tonggol juara, piagam dan bonus dari Wapres Gibran Rakabuming Raka satu ekor kerbau betina ditambah bonus dari Brand Ajaib Rp10 juta.
Juara IV, Rp95 juta ditambah piala, piagam dan tonggol juara. Juara V Rp80 juta, piala, piagam dan tonggol juara. Juara VI Rp65 juta ditambah piala, piagam dan tonggol juara. Juara VII Rp45 juta ditambah piala, tonggol juara, dan piagam. Juara VIII Rp35 juta ditambah tonggol juara, piagam. Juara IX Rp27,5 juta ditambah tonggol juara dan piagam. Juara X Rp23,5 juta ditambah tonggol juara dan piagam.
Kemudian, jalur peraih Juara XI sampai XV, masing-masing berhak mendapatkan Rp17,5 juta, piagam dan tonggol juara.
Bupati Kuansing H Suhardiman Amby memberikan apresiasi terhadap pada semua peserta pacu jalur tradisional tahun 2025 yang sudah menjaga ketertiban, keamanan dan menyukseskan tradisi dan budaya ini.
Apalagi, Kuansing dan Inhu sama-sama berada di aliran sungai yang sama, Sungai Indragiri. Pacu jalur bukan soal kalah dan menang, tetapi yang paling penting adalah sportivitas dan menjaga silaturahmi.
Begitu pula Bupati Inhu Ade Agus Hartanto yang menyaksikan final pacu jalur tribun finis.
"Ini adalah budaya kita. Siapa pun yang menang, adalah hal yang biasa. Sebaliknya, mari kita rajut silaturahmi ini lewat tradisi dan budaya pacu jalur," ujarnya.(dac)
Editor : Edwar Yaman