Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bupati Sebut Kuansing Ingin Aman dan Damai, Silahkan Datang tapi Jangan Memprovokasi

Desriandi Candra • Rabu, 3 September 2025 | 13:54 WIB
Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby bersama Forkompinda, LAMR, LAN, para datuk penghulu, dinas dan badan, deklarasi damai menjaga keamanan dan ketertiban di Kuansing, Rabu (3/9/2025).
Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby bersama Forkompinda, LAMR, LAN, para datuk penghulu, dinas dan badan, deklarasi damai menjaga keamanan dan ketertiban di Kuansing, Rabu (3/9/2025).

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Situasi nasional dan beberapa daerah yang saat ini terjadi gelombang demonstrasi, yang berdampak kerusuhan dan gangguan keamanan, disikapi Pemkab Kuansing.

Rabu (3/9/2025) pagi, bertempat di Lapangan Limuno Teluk Kuantan, Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, Ketua DPRD H Juprizal SE MSi, Kapolres AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, Kajari Sahroni SH MH, Ketua Pengadilan Negeri Teluk Kuantan Subiar Teguh Wijaya SH, Kalapas Wiwid Ferianto, Kemenag H Suhelmon MA, Sekda Zulkarnain ST MSI, Ketua LAMR Drs Masnur MM, Ketua Harian Limbago Adat Nagori (LAN) Datuk Sirimarajo Dinardin, serta para datuk penghulu, dubalang dari LAMR Kuansing, LAN, dinas dan badan di lingkungan Pemkab Kuansing melakukan deklarasi.

Deklarasi Damai namanya. Deklarasi ini ditandai dengan pembacaan butir-butir kesepakatan secara bersama. Bupati Kuansing H Suhardiman Amby mengatakan, dalam menjalankan pemerintah daerah di Kuansing, dikenal dengan Tigo Tungku Sajorangan, Tali Tigo Sapilin. Hari ini, dalam deklarasi damai ini, sudah hadir para 'urang godang', para penghulu, ninik mamak, monti, dubalang, seluruh anak kemenakan, para kepala desa dan Ketua BPD. Sesuai petuah adat Kuansing, Adat Bersendi Sarak, Sarak Bersendi Kitabullah yang menjadi pedoman.

Menghadapi situasi akhir-akhir ini di seluruh tanah air terjadi gerakan-gerakan demonstrasi yang cenderung memecah belah, merusak persatuan, memecah belah antara suku bangsa, maka Bupati mengimbau kepada seluruh datuk-datuk agar menjalankan fungsinya sebagai pemilik negeri ini, pemilik wilayah adat ini, tanah adat ini. Dimana seluruh daratan dan peradaban Kuantan Singingi adalah tanah adat. Maka sudah sepatutnya para datuk-datuk se-Kabupaten Kuansing berperan mengendalikan anak kemenakannya. Jangan membuat hal-hal yang dilarang oleh adat, hukum negara termasuk yang bisa membuat kegelisahan di tengah-tengah masyarakat.

Tidak membuat keributan dan kegaduhan yang mengganggu keamanan. "Jika ada yang mencoba-coba mengganggu keamanan di Kuansing, sudah sepatutnya agar para datuk-datuk mencanangkan, untuk berkumpul semua anak cucu kemenakan, mengusir siapa saja yang ingin mencoba mengganggu ketertiban dan pengrusakan lingkungan Kuansing. Intinya, Kuansing ingin aman dan damai," tegas Suhardiman Amby.

Suhardiman Amby yang bergelar Datuk Panglimo Dalam itu tidak melarang, kalau ada anak cucu kemenakan yang ini menyampaikan aspirasi kepada lembaga yang mewakili. Tetapi tidak bersikap anarkis, merusak harta benda, apalagi asat negara yang dibangun dengan uang rakyat.

"Kuansing menerima siapa saja yang datang untuk mencari kehidupan. Tapi jangan coba-coba mengganggu apalagi memprovokasi anak kemenakan kami. Bila ini terjadinya, rasanya sudah saatnya para dubalang menunjukkan taringnya menjaga negeri," ujar Suhardiman Amby.

Editor : Rinaldi
#Gelombang Demonstrasi #bupati kuansing #tanah adat #suhardiman amby #deklarasi damai