Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Petani Mulai Panen Raya Jagung, Dinas Pertanian Optimis Panen Jagung Pipil Capai Target 1.374 Ton

Desriandi Candra • Senin, 22 September 2025 | 17:10 WIB
Bupati Kuansing H Suhardiman Amby melakukan panen raya jagung pipil di Desa Sungai Sirih Kecamatan Singingi, Ahad (21/9/2025).
Bupati Kuansing H Suhardiman Amby melakukan panen raya jagung pipil di Desa Sungai Sirih Kecamatan Singingi, Ahad (21/9/2025).

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Di beberapa desa dan kecamatan di wilayah Kabupaten Kuansing, mulai panen raya jagung pipil. Penanaman jagung pipil, memang salah satu program andalan Presiden RI H Prabowo Subianto sebagai salah satu program utaman di bidang ketahanan pangan.

Begitu juga di Kabupaten Kuansing, sejak digulirkan Presiden RI itu, 229 desa dan kelurahan di Kabupaten Kuansing menyiapkan lahan pelaksanaan program tersebut. Masing-masing desa dan kelurahan diminta menyiapkan minimal satu hektar lahan untuk penanaman jagung Pipil.

Dari jumlah itu, sebagian sudah mulai panen raya. Ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Holtikultura Kabupaten Kuansing, Ir Emmerson MM, Senin (22/9/2025) di Teluk Kuantan.

"Memang sudah ada yang mulai panen raya, tapi belum seluruhnya," ujar Emmerson.

Dari 222 hektar yang kini baru tertanam, yang baru panen baru seluas 31 hektar. Sisanya masih belum panen, karena belum matang.

31 hektar lahan jagung milik petani yang sudah panen itu, rata-rata melakukan penanaman jagung sekitar bulan April dan Mei. Dari hasil panen jagung pipil 31 hektar itu, sebagian ada yang mencapai target dan ada yang tidak mencapai target.

Kondisi ini disebabkan, kemarau yang melanda sejak Juli dan Agustus 2025. Sehingga pasokan air dan kelembaban tanah kurang. Karena itu, akan mempengaruhi hasil. Tetapi ada juga yang mampu mencapai 9 ton jagung pipil. Angka itu di atas target yang ditetapkan yakni 5-7 ton jagung pipil per hektar.

Sementara sisanya masih ada yang baru mulai menanam. Dengan kondisi cuaca yang saat ini mulai masuk musim penghujan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kuansing, kata Emmerson yakin dan optimistis kalau target 1.374 ton produksi jagung pipil tahun ini, bisa tercapai.

"Di masa masuk kemarau saja, ada yang capai 9 ton per hektar. Dan sekarang sudah masuk musim hujan, akan banyak mempengaruhi pertumbuhan jagung yang mulai di tanam. Makanya, kita yakin target 1.374 ton dengan rata-rata 6 ton per hektare, bisa tercapai," ujarnya.

Sementara ditanya soal pemasaran, Emmerson mengatakan, tidak ada persoalan. Hasil produksi jagung pipil itu langsung ada pembeli yang menjemput ke lokasi petani dengan harga yang cukup baik. Yakni Rp6.500 sampai Rp7.000 per Kg.

Kalau pun tidak tertampung, Bulog sudah menyatakan siap menampung dengan harga beli Rp5.500, - per Kg. Artinya untuk pemasaran tidak ada kendala. (dac)

Editor : M. Erizal
#program ketahanan pangan #panen jagung #jagung pipil #kuansing