TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing, mengingatkan agar masyarakat Kuansing waspada dengan kondisi perubahan cuaca saat ini.
Perubahan cuaca yang perlu di waspadai itu ketika cuaca panas ekstrem mendadak berubah gelap dan hujan. Biasanya, hujan akan turun sangat lebat dan lama disertai dengan angin kencang dan petir.
Bila hujan berlangsung lama, maka ada beberapa desa dan kecamatan di wilayah Kabupaten Kuansing yang berpotensi mengalami vanjir dadakan. Biasanya itu, terjadi di daerah yang dilintasi sungai-sungai kecil.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuansing, ada beberapa daerah di Kuansing yang rawan dengan kondisi itu.
Misalnya, di Kecamatan Hulu Kuantan, ada Desa Mudiak Ulo, Inuman dan beberapa desa lainnya yang sering dilanda banjir dadakan saat hujan berlangsung lama. Asalnya, Sungai Ulo yang melintasi desa Mudiak Ulo dan sekitarnya tidak mampu menampung curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama. Sehingga sering menyebankan banjir.
Lalu, Desa Petanahan Kecamatan Gunung Toar yang juga selalu menjadi banjir dadakan saat hujan deras dan berlangsung lama. Desa Rambahan Kecamatan Logas Tanah Darat yang dilalui Sungai Rambahan. Lalu Desa Penghijauan, Desa Pasar Baru Pangean sering juga mengalami banjir akibat luapan bendungan Pangean.
"Ini yang menjadi titik rawan ketika hujan berlangsung lama dengan intensitas tinggi selain saat musim hujan tiba. Jadi kami menghimbau untuk tetap waspada," ungkap Kalaksa BPBD Kuansing, H Yulizar menjawab Riaupos.co kemaren.
Kalau dilihat dari prakiraan cuaca, kata Yulizar, intensitas hujan masih fluktuatif. Terkadang panas ekstrim dan terkadang hujan dengan intensitas rendah dan sedang.
Tetapi di bulan November dan Desember, intensitas hujan di perkiraan sedang dan tinggi. Saat musim hujan, maka masyarakat Kuansing yang dilalui sungai Kuantan, Sungai Singingi, harus waspada akan bencana banjir.
Sejauh ini, debit air Sungai Kuantan masih normal dan belum ada penetapan status siaga bencana banjir. (dac)
Editor : M. Erizal