TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memperingatkan bahwa wilayah Riau mulai merasakan dampak signifikan dari Siklon Tropis (TC) Senyar.
Cuaca ekstrem diprediksi berlangsung dalam 24 jam ke depan sejak pembaruan pada Rabu (26/11/2025) pukul 19.00 WIB. Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mia Vadila, mengatakan Riau terdampak langsung berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, terutama di wilayah pesisir.
Selain itu, gelombang tinggi juga diperkirakan terjadi di sejumlah perairan penting. "Untuk wilayah Riau, imbas TC Senyar menyebabkan hujan sedang hingga lebat. Gelombang tinggi berpotensi mencapai 2,5 meter di perairan Rokan Hilir, Dumai, dan Bengkalis," jelas Mia Vadila, Kamis (27/11/2025).
Menyikapi informasi itu, Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, minta semua stakeholder di Kuansing untuk meningkatkan kewaspadaan. "Kita tidak ingin bencana terjadi, namun sikap waspada perlu kita lakukan sejak dini," tegas Suhardiman Amby.
Bupati Suhardiman Amby meminta BPBD, Satpol PP, Dinas Sosial, Camat dan seluruh Kepala Desa bersiap terhadap kemungkinan yang terjadi. "Cermati perkiraan cuaca dari BMKG, agar kita tak terlambat," ujarnya.
Apalagi, daerah tetangga Kabupaten Kuansing, Sumatera Barat, sudah beberapa hari ini dilanda banjir bandang dan longsor. Sehingga sebagai kabupaten tetangga yang memiliki alur sungai yang sama, wajar diwaspadai.
Memang sejauh ini, dari pantauan Sungai Kuantan, sedikit mengalami kenaikan. Tetapi masih dalam kondisi normal. "Alhamdulillah, hari ini berdasarkan pantauan personel dan laporan masyarakat, belum ada laporan kejadian, semoga semua dalam keadaan aman terkendali," kata Kalaksa BPBD Kuansing, H Yulizar yang dikonfirmasi terpisah.
Terkait banjir yang sekarang terjadi di Sumatera Barat, lanjut Yulizar, tetap perlu diantisipasi dan diwaspadai terhadap kemungkinan luapan dari sungai di Sumatera Barat. Mengimbau pemerintah desa melalui camat untuk mengerahkan seluruh sarana dan prasarana (Sapras) yang dimiliki untuk antisipasi banjir limpahan Sumbar.
BPBD mengimbau bagi masyarajat yang berada di daerah aliran sungai (DAS), baik sepanjang Sungai Kuantan, Sungai Singingi dan anak-anak sungai yang melintasi pemukiman masyarakat di Kuansing, untuk melakukan antisipasi bersama pemerintah desa dan elemen masyarakat lainnya. "Sebab trennya sekarang, hujan dan banjir," ujarnya.
Editor : Rinaldi