TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Pantas saja, Bupati Dr H Suhardiman Amby MM bersama Wakil Bupati H Muklisin dan dinas terkait, di awal-awal tahun 2025 ini, rutin bolak balik Jakarta. Melakukan Roadshow ke Kementerian PUPR RI, Kementerian Transmigrasi maupun menemui anggota DPR RI asal Riau, seperti Dr H Syahrul Aidi Maazat dan Mafirion.
Tak lain berupaya untuk menarik dana pusat, untuk memperbaiki ruas jalan yang mengelilingi Kabupaten Kuansing, dengan total panjang 1.588.906 Kilometer.
Dari data Dinas PUPR Kuansing, kondisi jalan Kabupaten Kuansing ada emoat kondisi. Kondisi jalan dalam kondisi baik 552,965 Km atau 34,80 persen dari total panjang Jalan. Lalu kondisi sedang sepanjang 258,087 Km atau 16,25 persen dari total panjang jalan.
Kondisi jalan rusak ringan sepanjang 127,767 Km atau 8,04 persen dari total jalan. Kondisi rusak berat, 650,087 Km atau 40,91 persen dari total panjang jalan hingga tahun 2025 ini.
Sementara kemampuan Kabupaten Kuansing di tahun 2025 melakukan perbaikan dari dana DAK, DBH dan lainnya, hanya 7,7 Km atau 0,48 persen. Lalu dari dana APBD Kuansing 2025 hanya 6,2 Km atau 0,39 persen dari panjang jalan.
Bupati Kuansing H Suhardiman Amby pada Riaupos.co, kemaren menjelaskan, pemerintah sudah berupaya sekuat tenaga untuk melakukan perbaikan dan pengaspalan jalan setiap tahunnya.
Namun kemampuan APBD Kabupaten Kuansing sangat terbatas, sehingga belum mampu melakukan pengaspalan jalan seluruhnya yang mencapai lebih dari 1.500 kilometer itu.
Untuk menjaga agar ruas jalan kabupaten itu awet dan tahan lama, Ia pun mengambil kebijakan memasang portal di sejumlah titik ruas jalan Kabupaten. Agar truk-truk yang over kapasitas alias ODOL yang melintas ruas jalan Kabupaten itu, bisa mengurangi beban muatannya sesuai kelas jalan Kabupaten yang hanya jalan kelas C dan B.
Tetapi kebijakan itu, justru ditentang. Portal yang dipasang diminta dicabut dan dibuang oleh kepentingan sekelompok masyarakat Kuansing yang bekerja di perusahaan bersangkutan.
"Bahkan saya pun ikut di bully. Mengapa justru saya ingin ruas jalan ini baik, malah di bully. Padahal, jangka panjangnya agar ruas jalan itu bisa terawat," kata Suhardiman Amby.
Lalu untuk ruas jalan yang berstatus provinsi, Pemkab pun telah berkoordinasi dengan Pemprov Riau.
"Dan alhamdulillah, ruas jalan provinsi yang di Kuansing sudah ada yang di perbaiki walau belum maksimal," ujarnya.
Begitu juga dengan kondisi ruas jalan Nasional yang melintasi Kuansing, seperti Teluk Kuantan-Peoanbaru, Teluk Kuantan-Perbatasan Sumatera Barat di Klian Jao, dikoordinasikan dengan Balai Jalan Nasional yang ada di Pekanbaru.
"Sebelum pacu jalur Agustus 2025 lalu, juga dilakukan perbaikan. Teluk Kuantan-Pekanbaru, kini kondisi jauh lebih baik. Meski ada beberapa yang belum di tambal sulam," katanya lagi.
"Makanya, kita berharap juga peran swasta atau perusahaan yang beroperasi di Kuansing bisa terpanggil untuk ikut berpartisipasi memperbaikinya," ujar Suhardiman Amby.
Editor : Eka G Putra