Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jembatan Gantung Lubuk Jambi yang Putus 2024 Lalu Tak Ada Kabar, Ketua DPRD Minta Dinas Terkait Segera Berkoordinasi

Desriandi Candra • Senin, 15 Desember 2025 | 12:33 WIB
Jembatan gantung Lubuk Jambi yang menghubungkan Desa Bukit Kauman-Pebaun Hilir Kecamatan Kuantan Mudik rusak berat akibat hantaman luapan sungai Kuantan 3 Januari 2024 lalu, belum kunjung diperbaiki.
Jembatan gantung Lubuk Jambi yang menghubungkan Desa Bukit Kauman-Pebaun Hilir Kecamatan Kuantan Mudik rusak berat akibat hantaman luapan sungai Kuantan 3 Januari 2024 lalu, belum kunjung diperbaiki.

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Masih ingat dengan kondisi jembatan gantung Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik, yang menghubungkan Desa Bukit Kauman dan Desa Pebaun Hilir. Jembatan gantung ini mengalami rusak berat dan nyaris putus akibat terjangan luapan sungai Kuantan yang terjadi 3 Januari 2024 lalu.

Beberapa tali-tali penyangga jembatan, badan jembatan, putus derasnya arus sungai Kuantan saat itu. Sehingga tidak dapat dipergunakan sebagai akses penghubung masyarakat sekitarnya.

Kondisi ini bahkan ditinjau langsung oleh Kementerian PU Ri pasca kejadian. Hasil opname lapangan, kondisi jembatan gantung ini tidak dapat digunakan lagi. Sehingga, terpaksa harus di bongkar total.

Kementerian PU RI, berjanji akan membangun baru. Dengan catatan, lokasinya dirubah. Sebab, lokasi yang lama di nilai terlalu rendah dan rawan akan terjangan arus sungai Kuantan pada saat debit sungai Kuantan meluap.

Namun hingga kini, hampir dua tahun sudah, jembatan gantung Lubuk Jambi yang baru belum ada kabarnya dan belum ada tanda-tanda akan dibangun kembali.

Sementara masyarakat Desa Saik, Desa Pebaun Hilir, Desa Pebaun Hulu, bila hendak ke Lubuk Jambi, ke Kantor Camat Kuantan Mudik, terpaksa harus memutar melewati ruas jalan poros utama.

Kondisi itu pun menjadi pertanyaan dari Ketua DPRD Kabupaten Kuansing, H Juprizal SE MM. Politisi Partai Gerindra dari Dapil Kuantan Mudik, Hulu Kuantan, Pucuk Rantau dan Gunung Toar itu meminta agar dinas terkait, yakni PUPR Kuansing segera melakukan koordinasi dengan Kementerian PU dan Balai Wilayah Sungai (BWS) yang ada di Pekanbaru untuk menanyakan perkembangannya.

"Kami minta ini segera ditindaklanjuti Dinas PUPR Kuansing ke Kementerian PU dan BWS Pekanbaru. Apa yang menjadi kendala dan kapan dibangun," kata Ketua DPRD Kuansing, H Juprizal SE MSi pada Riaupos.co, Senin (15/12/2025).

Juprizal mengatakan, soal lahan baru untuk pembangunan jembatan gantung, sepengetahuannya sudah tuntas. Tetapi mengapa hampir dua tahun tidak ada progres pembangunannya.

"Mengapa. Kan akses masyarakat jadi terganggu. Sementara Kementerian ketika itu berjanji akan membangun. Dan mereka yang meminta itu dibongkar," ujarnya.

 

Menyikapi itu, Kepala Dinas PUPR Kuansing, Ade Fahrer mengakui kalau mereka masih menunggu informasi dari Kementerian PU dan BWS di Pekanbaru.

Soal pengalihan lahan, kata Ade Fahrer, sudah tuntas. Lahan baru yang disiapkan Pemkab tidak jauh dari lokasi lama. Tetapi, lebih tinggi dari permukaan air sungai Kuantan.

Lahan ini pun sudah ditinjau Kementerian dan fix untuk lokasi pembangunan konstruksi ulang jembatan gantung.

"Kami segera berkoordinasi ulang soal ini," kata Ade.

Sementara untuk perbaikan kondisi jalan Desa Bukit Kauman-eks jembatan gantung lama, sudah dianggarkan pada tahun 2026. Rencananya, ruas jalan itu akan di rigit beton sepanjang 500 meter. Sebab, selalu terjadi patahan di titik itu berulang kali.

Editor : Eka G Putra
#kuansing riau #ketua dprd kuansing #Jembatan lubuk jambi putus #lubuk jambi #jembatan putus