TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Pemkab Kuansing lewat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), terus menggali dan melakukan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).
Upaya yang dilakukan Bapenda Kuansing, secara bertahap menunjukkan progres positif. Dimana menjelang tiga hari berakhirnya tahun 2025, realisasi PAD Kuansing 2025 sudah mencapai Rp172.449.763.808,63 atau 71,79 persen dari target PAD di APBD murni 2025 sebesar Rp240.280.769.359,00.
Angka ini juga jauh mengalami peningkatan realisasi PAD Kuansing di tahun 2024 lalu, yakni sebesar Rp119.809.037.968,45 dari target Rp170.636.769.359,00.
"Ya. Sampai hari ini, realisasi target PAD kita sudah di angka Rp172.449.763.808,63 atau 71,79 persen dari target PAD di APBD murni 2025 sebesar Rp240.280.769.359,00," kata Kepala Bapenda Kuansing, Dr H Masrul Hakim pada Riaupos.co, Ahad (28/12/2025).
Dia berharap, di tiga hari ini ada tambahan masukan bagi PAD Kuansing. Sedari awal, dia dan tim Bapenda Kuansing, memang berupaya menggali dan mengoptimalkan potensi PAD yang ada. Hasilnya, ada peningkatan dibandingkan tahutahun sebelumnya.
Ini juga berkat dukungan semua pihak termasuk OPD pengelola PAD dan dukungan Bupati Kuansing, H Suhardiman Amby.
Dilihat dari komposisi capaian PAD itu, beberapa item penerimaan yang mengalami peningkatan, misalnya di bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang sudah terealisasi Rp8,8 miliar lebih atau 59,14 persen dari target Rp15 miliar lebih. Lalu ada PBBP2 yang terealisasi Rp6,4 miliar lebih dari target Rp11 miliar lebih atau 57,27 persen.
Kemudian Opsen PKB kendaraan yang terealisasi hingga hari ini Rp25 miliar lebih atau 78,83 persen dari target Rp31,7 miliar lebih. Lalu Opsen BBNKB terealisasi Rp16,7 miliar lebih atau 51,10 persen dari target Rp32,7 miliar lebih.
Kemudian dulu tidak ada PAD dari jasa parkir kendaraan milik perusahaan sekarang sudah ada realisasinya, begitu pula dengan pajak air tanah.
Kemudian capaian BLUD RSUD juga terealisasi hampir 100 persen, yakni Rp62,1 miliar l3bih atau 95,63 persen dari target Rp65 miliar.
"Kami tim Bapenda tetap terus melakukan optimalisasi dan menggali sumber-sumber PAD yang ada," ujarnya. (dac)
Editor : M. Erizal