TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Ninik mamak dan tokoh masyarakat Kecamatan Cerenti, Senin (29/12/2025) melakukan musyawarah. Hasilnya, masyarakat adat Cerenti bulat menolak Desa Pesikaian Kecamatan Cerenti dijadikan sebagai lokasi relokasi 500 KK warga TNTN.
Sikap tegas itu diambil setelah munculnya rencana pemerintah pusat akan merelokasi 500 KK warga TNTN ke wilayah adat Cerenti tepatnya di Desa Pesikaian.
"Jadi ini sudah hasil musyawarah bersama kami tadi di Balai Adat Cerenti. Ninik mamak dan tokoh masyarakat Cerenti," ungkap tokoh Masyarakat Cerenti H Zulhendri SPWK usai memimpin pelaksanaan musyawarah pada Riaupos.co.
Selain itu, dalam musyawarah ninik mamak dan tokoh masyarakat Cerenti, kata Zulhendri yang juga merupakan anggota DPRD Riau asal Kuansing ini, disepakati membentuk tim kecil.
Tim kecil ini bertugas menghimpun data dan fakta terkait rencana relokasi itu. Sehingga tidak tidak terjadi simpang siur informasi ditengah masyarakat.
Lalu menghimpun data soal kerjasama masyarakat Cerenti dengan pihak PTPN. Karena lahan yang disita oleh pemerintah pusat lewat Satgas PKH, tidak murni seluruhnya milik HGU perusahaan.
Tetapi dalam perjanjian kerja sama itu, ada tanah ulayat masyarakat Cerenti yang diserahkan pada perusahaan untuk dibangunkan kebun kelapa sawit. Terutama di afdeling, 7,8, dan afdeling 9 dengan pola 60:40.
Dalam perjanjian kerja sama itu, berlangsung hingga 2028 atau tersisa tiga tahun lagi. "Setelah perjanjian kerja sama ini selesai, maka tanah ulayat itu dikembalikan pada masyarakat adat Cerenti," ujarnya.
Masyarakat Cerenti, pada prinsipnya mendukung setiap program pemerintah pusat. Tetapi dalam persoalan ini, kebijakan itu dibuat sepihak tanpa ada musyawarah bersama dengan masyarakat Cerenti. Sementara, area yang akan digunakan untuk relokasi itu, milik masyarakat Cerenti, milik masyarakat adat Cerenti.
"Yang disayangkan itu. Tidak ada musyawarah, tau-tau akan direlokasi ke Desa Pesikaian Cerenti. Kami ingin ini ada duduk bersama dulu," ujarnya.
Aspirasi masyarakat Cerenti ini, kata Zulhendri, sudah disampaikan langsung secara lisan pada Bupati Kuansing H Suhardiman Amby. "Pak Bupati memahami aspirasi masyarakat Cerenti. Tetapi ini adalah kebijakan pemerintah pusat bukan Pemkab Kuansing," ujarnya.
Makanya, tim kecil ini akan menjadi penjembatan aspirasi masyarakat Cerenti. "Dan saya akan berupaya memfasilitasinya," kata Zulhendri. (dac)
Editor : M. Erizal