TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Mendengar nama Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan, tidak asing lagi di Riau. Lapas ini, sudah ada sejak sebelum Kuansing menjadi kabupaten. Di mana, Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan masuk dalam kategori Lapas terpadat kedua se-Indonesia setelah Lapas Bagan Siapiapi, Rokan Hilir.
Sel yang idealnya hanya mampu menampung sebanyak 53 WP, malah di huni sekitar 442 orang WB. Maka jangan heran, kalau berkunjung ke Lapas Kelas IIB ini di dalam ruang sel itu, diisi belasan hingga 20 orang.
Semua ruangan sel nampak sama, padat dengan para WB yang tengah menjalani hukuman. Bahkan, musala yang digunakan untuk beribadah, sudah disulap menjadi ruangan sel.
Kini yang tinggal aula yang tidak terlalu besar. Aula ini dijadikan ruang serbaguna untuk kegiatan di Lapas. Termasuk melaksanakan salat fardu lima waktu, tarawih, witir dan tadarus membaca ayat suci Al-Qur’an di bulan Ramadan seperti sekarang ini.
Namun tak membuat Lapas Teluk Kuantan berkeluh kesah. Mereka tetap melakukan program pembinaan keagamaan pada semua WP yang dititipkan.
“Memang kita disini semua serba terbatas, tetapi program pembinaan tetap harus kita lakukan. Termasuk di bulan Ramadan ini,” ungkap Ka Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan Arip Herdian didampingi KPLP Ridho Hakim, ketika berbincang dengan Riau Pos, Selasa (3/3).
Selama Ramadan 1447 H tahun 2026 ini, kata Arip, Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan menyelenggarakan kegiatan pengajian bersama warga binaan. Mulai salat fardu lima waktu, tarawih, witir dan tadarus membaca ayat suci Al-Qur’an.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pada bulan suci Ramadan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang secara rutin dilaksanakan guna membentuk karakter yang lebih baik.
Melalui pembacaan ayat suci Al-Quran, tausiyah, serta doa bersama, warga binaan dibimbing untuk memperdalam pemahaman agama. Memperkuat kesabaran, dan menumbuhkan kesadaran diri.
Pengajian ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan spiritual yang memberikan dampak positif, sekaligus menumbuhkan semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Untuk kegiatan tadarus membaca Al-Qur’an, dilakukan mulai pukul 11.00 WIB sebelum Salat Zuhur dan satu jam setelah Salat Tarawih dan Witir berjemaah secara bergantian ruang serbaguna.
Kegiatan ini sudah dimulai sejak awal Ramadan hingga sekarang. Bahkan, sampai Ramadan ketigabelas, sudah ada 14 orang warga binaan (WB) yang Khatam membaca Al-Qur’an. “Alhamdulillah, sudah ada 14 orang WB kita yang Khatam Al-quran,” papar Arip.
Ia berharap, program pembinaan keagamaan yang dilakukan Lapas Teluk Kuantan selama Ramadan ini bisa bermanfaat bagi WB, terutama ketika habis masa hukumannya.
Selain itu, Lapas Teluk Kuantan selama Ramadan juga membuka pelayanan pembagian takjil yang antarkan oleh keluarga WB. Mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Sehingga mereka bisa ikut menikmati berkah bulan Ramadan ini.
Arip berharap, rencana pembangunan Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan di atas lahan yang disiapkan Pemkab Kuansing di area kebun karet Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, tahun 2026 ini bisa dimulai.
“Mudah-mudahan setelah Lapas Bagan Siapiapi yang sekarang sedang finishing penuntasan bisa lanjut ke Kuansing. Pembangunan Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan,” ujar Arip.
Namun ia belum bisa memastikan kapan akan dimulai. Tetapi saat melakukan kunjungan ke Kementerian Imigrasi dan Lembaga Pemasyarakatan bersama Wakil Bupati Kuansing H Muklisin beberapa waktu lalu, anggaran pembangunannya sudah tersedia di Kementerian. “Kita tinggal menunggu waktunya dimulai,” kata Arip.
Bila Lapas ini dibangun, maka akan lebih representatif dari Lapas yang ada sekarang. WB yang dititipkan akan mendapatkan ruang yang lebih layak dari yang ada sekarang.(gem)
Laporan Desriandi Candra, Telukkuantan
Editor : Arif Oktafian