Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

16 Perahu Baganduang Perang Petasan di Sungai Kuantan

Desriandi Candra • Kamis, 26 Maret 2026 - 17:55 WIB

Festival Perahu Baganduang di Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik, Kamis (26/3/2026).
Festival Perahu Baganduang di Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik, Kamis (26/3/2026).

LUBUKJAMBI (RIAUPOS.CO) -- Festival Perahu Baganduang yang menjadi tradisi masyarakat Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik, Kamis (26/3/2026) siang hingga sore dihelat kembali. Festival ini merupakan bagian tradisi Manjompuik Limau di tengah masyarakat Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik yang dilakukan tepat sebelum hari raya Idulfitri.

Festival Perahu Baganduang itu dipusatkan di Tepian Muko Lobuah, Desa Banjar Padang Kecamatan Kuantan Mudik. Menariknya, perang petasan ikut mewarnai Festival Perahu Baganduang. Bunyi petasan yang sahut menyahut dari perahu Baganduang dan penonton yang hadir, nampak semakin menyemarakkan suasana.

Acara dimuial begitu iring-iringan 16 Perahu Baganduang di tengah Sungai Kuantan termasuk perahu induk yang dinaiki Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM bersama Wakil Bupati H Muklisin, Ketua DPRD Juprizal SE MSi, Sekda Zulkarnain ST MSi dan rombongan lainnya, tiba di lokasi.

Bupati Kuansing H Suhardiman Amby, Wakil Bupati H Muklisin dan Ketua DPRD H Juprizal SE MSi disambut para datuk penghulu, ninik mamak dan masyarakat Kuantan Mudik. Tampak juga, Camat Kuantan Mudik Januarisman, Kapolres AKBP Hidayat Perdana dan rombongan lainnya.

Di momen Festival Perahu Baganduang itu, Ketua Panitia Rahmat Nursi berharap balai di Tepian Muko Lobuah yang menjadi pusat kegiatan festival yang sudah banyak reot, bisa segera diperbaiki oleh Pemkab Kuansing. Sehingga pelaksanaan tradisi Manjompuik Limau dan Festival Perahu Baganduang semakin layak dikunjungi.

Itu pun diungkapkan oleh salah seorang tokoh masyarakat Kuantan Mudik, Drs Rustam. Rustam pun mengusulkan sebuah Balai Adat atau gedung pertemuan bisa dibangun di Lubuk Jambi. Mengajak tinggalkan semua perbedaan di tengah masyarakat untuk bersama-sama membangun Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik.

Tradisi Manjompuik Limau dilakukan saat sebelum Idulfitri. Sebagai tanda kasih disampaikan pada seorang gadis dengan menggunakan Perahu Baganduang yang sampai kini terus lestari.

Rustam pun berharap pada Pemkab untuk memperhatikan pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Kuantan Mudik termasuk ruas jalan dari Pasar Lubuk Jambi hingga ke perbatasan Hulu Kuantan kedepannya.

Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM mengatakan, Tradisi Manjompuik Limau dan Festival Perahu Baganduang adalah lokal tradisi. Dulu digunakan untuk mengantarkan limau ke rumah gadis atau perempuan yang akan menjadi calon untuk dinikahkan ke pemuda yang mengatar limau. Menggunakan Perahu Baganduang limau di antar bersama ninik mamak.

Festival Perahu Baganduang yang setiap tahun diadakan di Lubuk Jambi memiliki estetika dalam yang harus di jaga dan di lestarikan sepanjang masa.

Terkait permintaan agar Balai Tepian Muko Lobuah yang menjadi lokasi Festival Perahu Baganduang, Suhardiman Amby menyebutkan ia sudah meminta tiga tahun lalu agar sertifikat kepemilikan lahannya diserahkan pada Pemkab. Sehingga Pemkab bisa menyiapkan anggaran untuk perbaikan Balai Tepian Muko Lobuah Desa Banjar Padang.

"Mudah-mudahan tradisi ini tetap terus terjaga dan lestari di tengah masyarakat Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik," ujar Suhardiman Amby.

Editor : Rinaldi
#sungai kuantan #Perang Petasan #perahu baganduang