TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Dinas Sosial PMD (Dinsos PMD) berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kuansing, segera melakukan Groundcheck (GC) atau verifikasi lapangan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) BPJS Pusat yang nonaktif.
Verifikasi lapangan ini akan dilakukan oleh tim Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Kuantan Singingi.
"Makanya sebelum tim SDM PKH ini diturunkan, perlu diberikan pembekalan," kata Plt Kadis Sosial PMD Kuansing, Dodi Fitrawan SAP MM usai membuka pelatihan Pelatihan Groundcheck (GC) Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) di Multimedia Kantor Bupati, Senin (30/3/2026).
Dodi menjelaskan, target GC atau verifikasi lapangan PBI-JK non aktif sebanyak 5.314 KK atau 11.013 orang
Dodi Fitrawan mengingatkan, pendamping PKH yang akan turun lapangan untuk bekerja dengan jujur dan berintegritas. Melakukan pengisian aplikasi verifikasi sesuai fakta lapangan dan kondisi ekonomi warga terkini yang menjadi target survei.
"Hasil ini akan di laporkan kembali ke Kemensos," kata Dodi.
Tim PKH sebelum melaksanakan GC atau verifikasi diminta untuk melapor ke Kepala Desa atau Lurah. Menjaga koordiansi dan hubungan baik dengan Pemdes maupun Pemerintah Kelurahan. Menuntaskan 11.013 individu atau orang yang menjadi target GC se Kuansing.
Ketua Tim PKH Sisrianto SIP MSi menyampaikan, jumlah SDM PKH saat ini sebanyak 45 pendamping dan satu orang ketua tim.
Mereka menargetkan untuk menuntaskan tepat waktu target GC PBI-JK non aktif yang akan di GC atau verifikasi lapangan, sebanyak 5.314 KK atau 11.013 individu.
Pelatihan pendamping PKH juga dihadiri Kepala BPS Kuansing Hartono SSi. Hartono yang baru bertugas satu bulan di Kabupaten Kuantan berharap kolaborasi antara BPS-Dinsos PMD dan petugas PKH tetap terjalin dengan baik demi mewujudkan data DTSEN yang lebih baik dan akurat. (dac)
Editor : M. Erizal