TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Pemkab Kuansing sampai hari ini belum membahas rencana penerapan Work From Anywhere (WFA) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digagas oleh pemerintah pusat.
Selain belum final, teknis pelaksanaannya pun juga belum final. "Soal WFA ASN belum dibahas, dan belum ada arahan pimpinan. Kami pun masih menunggu final pola penerapan WFA ini," ungkap Kepala BKPP Kuansing, Drs Muradi MSi, Selasa (31/3/2026).
Penerapan WFA salah satunya untuk menghemat pasokan energi akibat krisis global yang terjadi serta efisiensi anggaran. Namun menurut Muradi, penerapan kebijakan itu dinilai kurang efektif dan maksimal.
Karena semua ASN bisa bekerja dimana saja. Akibatnya, akan banyak ASN yang pergi ke luar kota. "Karena dia bekerja bisa dimana saja. Prediksi kami justru akan banyak ASN yang berada di luar kota," katanya.
Sementara selain itu, banyak pekerjaan pelayanan pemerintahan dan publik yang harus dilakukan dengan hadir secara langsung di kantor tempat ASN bekerja. Makanya sekarang ini, Kuansing belum melakukan pembahasan sambil menunggu petunjuk teknis yang jelas dalam penerapannya.
Berbeda kalau kondisi saat Idulfitri, kebijakan WFA bisa dilakukan. Dimana ada kemungkinan ASN yang mudik lebaran terjebak macet, sulit dapat tiket kapal atau pesawat. Tetapi dimasa itu, Kuansing juga tidak menerapkan WFA. Karena dengan libur yang panjang, kondisi Riau yang tidak ada kemacetan yang berarti, ASN bisa mengatur jadwal libur mudik lebarannya.
Apalagi dengan kondisi saat ini, mulai efektif bekerja secara normal. "Jadi kita tunggu saja bagaimana teknis pelaksanaannya secara detail," kata Muradi.
Editor : Rinaldi