Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hilang sejak Selasa Pagi, Pria Lansia Ini Ditemukan Mengapung di Sungai Kuantan

Desriandi Candra • Kamis, 23 April 2026 | 12:49 WIB
Jenazah Salim, warga Desa Banuaran Kecamatan Kuantan Hilir dievakuasi warga dan polisi usai ditemukan mengapung di Sungai Kuantan, Kamis (23/4/2026) pagi. (Polsek Cerenti)
Jenazah Salim, warga Desa Banuaran Kecamatan Kuantan Hilir dievakuasi warga dan polisi usai ditemukan mengapung di Sungai Kuantan, Kamis (23/4/2026) pagi. (Polsek Cerenti)
 
TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Mayat pria lanjut usia (lansia) bernama Salim (70) asal Desa Banuaran Kecamatan Kuantan Hilir, Kamis (23/4/2026) pagi ditemukan warga mengapung di Sungai Kuantan. Tepatnya, di wilayah Desa Seberang Pulau Busuk Kecamatan Inuman sekitar pukul 07.00 WIB. 

Polsek Cerenti yang mendapatkan informasi itu, langsung ke lokasi kejadian untuk membantu evakuasi jenazah. Ps Kanit Patroli Polsek Cerenti Aiptu Rabestin Purba bersama dengan Aiptu Romi Suratmo SE, Aipda Ihsan Saputra, BrpdaA Fernando Hasoloan Panjaitan dan Bripda Rio Prastyo, langsung ke lokasi.

"Memang benar, tadi pagi ada mayat laki-laki lanjut usia ditemukan mengapung di Sungai Kuantan di wilayah Inuman. Jenazah sudah di evakuasi," kata Kapolsek Cerenti Iptu Feri Fadli SH yang dihubungi Riaupos.co.

 Baca Juga: 22 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan, Diolah Jadi Kompos Bernilai Ekonomis

Kapolsek Cerenti Feri Fadli menjelaskan, saat ditemukan mayat dalam kondisi tersangkut di batang pinang yang berada kurang lebih lima meter dari tepi Sungai Kuantan dan sudah meninggal dunia.

Diketahui bahwa korban merupakan warga Desa Banuaran Kecamatan Kuantan Hilir Kabupaten Kuantan Singingi yang telah dilaporkan hilang sejak hari Selasa tanggal 21 April 2026 sekitar pukul 10.00 WIB.

Polsek Cerenti pun sudah meminta keterangan dari Makmur, Difa, sebagai saksi. Makmur yang masih keluarga Salim menjelaskan, kalau Salim telah dilaporkan hilang sejak hari Selasa tanggal 21 April 2026 sekira pukul 10.00 WIB.

Salim pergi dari rumah dengan berjalan kaki tidak mengenakan alas kaki hingga beberapa jam tidak pulang dan telah dilakukan pencarian. Namun tidak ditemukan juga sehingga dilaporkan hilang ke Polsek Kuantan Hilir.

 Baca Juga: Surat Kades Dihapus, Diganti Aplikasi XStar 

Sedangkan Difa yang berprofesi sebagai nelayan asal Desa Pulau Beralo Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, menerangkan pada hari Kamis tanggal 23 April 2026 sekira pukul 07.00 Wib sewaktu dirinya sedang mencari ikan di Desa Seberang Pulau Busuk kecamatan Inuman, tidak lama kemudian melihat ada  seorang laki-laki yang sudah tidak bernyawa di dekat pangkal pinang tersangkut.

Kemudian memberitahukan temuan tersebut kepada pemilik Kompang Anto. Bahwa ada  seorang laki-laki yang sudah tidak bernyawa di dekat pangkal pinang Desa Seberang Pulau Busuk.

Anto langsung memberitahukan kepada masayarakat Desa Seberang Pulau Busuk untuk mengangkat tubuh laki - laki yang sudah tidak bernyawaitu. Kemudian diantar ke keluarganya yang diketahui berada di Desa Banuaran Kecamatan Kuantan Hilir.

Baca Juga: Kasus Chromebook Lotim: Penasihat Hukum Sebut Tuntutan 8 Tahun Penjara "Prematur", Negara Malah Untung Rp1,8 Miliar!

Pihak keluarga yang diwakili Makmur, kata Feri Fadli, menolak untuk dilakukan autopsi dan telah dibuatkan surat penolakannya. Jenazah Salim pun akhirnya dibawa ke rumah duka di Desa Banuaran Kecamatan Kuantan Hilir untuk segera dimakamkan.(dac)

Editor : Edwar Yaman
#sungai kuantan #lansia #mengapung