TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Kabupaten Kuansing terus berupaya menurunkan angka stunting yang masih di angka 5,4 persen. Di tahun 2026 ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kuansing menargetkan angka stunting bisa turun ke angka 3 persen dari jumlah penduduk Kuansing.
"Mudah-mudahan angka stunting Kabupaten Kuansing di akhir tahun 2026 bisa turun menjadi 3 persen," sebut Kepala Dinas Kesehatan Kuansing, Aswandi SKM, Sabtu (25/4/2026)
Dijelaskan Aswandi, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK), jumlah balita stunting Kuansing sampai Maret tahun 2026 di angka 5,4 persen atau 1.450 orang balita dari jumlah sasaran 26.704 balita.
Baca Juga: GAPKI dan Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Risiko Karhutla
Angka ini berdasarkan hasil penimbangan di posyandu setiap kecamatan yang ada. Untuk menurunkan angka stunting, bakal dilakukan rencana aksi tahun 2026.
Misalnya, meningkatkan kapasitas petugas kesehatan dan kader kesehatan serta orang tua dalam PMBA (pemberian makanan bagi anak). Melakukan penjaringan kasus balita stunting dan balita bermasalah gizi, melakukan analisa masalah serta memperkuat rujukan. Melakukan pendampingan rujukan ke puskesmas/RSUD.
Memperkuat tatalaksana gizi buruk dan stunting dengan pemberian nutrisi yang tepat serta susu grow sesuai advist dokter spesialis anak. Pendampingan balita gizi buruk dan stunting selama masa pengobatan. Kerjasama lintas program dan lintas sektor dengan OPD terkait Dinsos, Dinas Perikanan, Dinas Tanaman Pangan, Bappeda, Dinas Pendidikan, Baznas dan lainnya.
Meningkatkan capaian ODF tingkat Kabupaten, perbaikan sanitasi, kelas ibu hamil dan kelas ibu balita. Termasuk memaksimalkan bapak asuh dari OPD yang ada di lingkungan Pemkab Kuansing.
"Nah kemarin sudah ada aksi bapak asuh BKPP Kuansing terhadap anak stunting. Mudah-mudahan bisa menjadi motivasi bagi OPD lainnya," papar Aswandi.(dac)
Editor : Edwar Yaman