TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat masih terjadi hingga Jumat (12/6/2026) ini.
Dari pantauan Riaupos.co di SPBU 14.293.640 Jalan Proklamasi, Kelurahan Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah, kendaraan roda dua dan empat nampak masih antre. Bahkan hingga sampai ke pengkolan SMAN Pintar Kabupaten Kuansing.
Pemandangan antrean kendaraan ini, hampir setiap hari terjadi. Terkadang antrean sedikit dan terkadang panjang. Apalagi, sejak BBM nonsubsidi naik berulang kali.
Baca Juga: Seorang Ibu Rumah Tangga di Penyengat Siak Tewas Diserang Buaya
Terakhir PT Pertamina menaikan harga BBM nonsubsidi per 10 Juni 2026 lalu untuk Pertamax RON 92 dari Rp12.300 per liter menjadi Ro16.250 per liter dan Pertamax Green (RON 95) dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
Dampaknya, banyak pemilik kendaraan pribadi yang semula menggunakan Pertamax 92 beralih ke Pertalite yang harganya masih stabil.
Menurut Pengelola SPBU Sungai Jering, Masran yang di konfirmasi tidak bisa berbuat apa-apa. Karena itu merupakan kebijakan pemerintah.
Namun sebagai pengelola SPBU, antrean kendaraan itu disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti pasokan BBM yang tidak masuk setiap hari.
Karena itu, Masran berharap, Pertamina bisa mensuplai pasokan BBM setiap hari sesuai kuota. Tidak hanya untuk SPBU Sungai Jering tetapi semua SPBU yang ada di Kuansing.
"Sebab, kalau misalnya salah satu jenis BBM tidak masuk atau kosong di SPBU, tentu pengendara mencari ke SPBU terdekat yang ada pasokan BBM yang mereka butuhkan. Akibatnya, antrean panjang terjadi," kata Masran.
Baca Juga: PTPN IV dan Pemko Pekanbaru Perkuat Kolaborasi Bangun Kota Berkelanjutan
Mereka sendiri, di SPBU Sungai Jering, lanjut Masran, melakukan pemesanan semua jenis setiap hari. Tetapi datang ada yang sekali dua hari dan ada yang datang sekali tiga hari. Seperti Pertamax, dari tanggal 10 Juni sampai 12 Juni 2026 tidak masuk ke SPBU Sungai Jering.
Sehingga mereka harus mencari pasokan ke Sumatera Barat dan Tembilahan Inhil. "Karena jaraknya jauh, kadang dua hari baru sampai. Terkadang kosong seperti sekarang," katanya.
Untuk pelayanan pengisian, mereka di lapangan sudah sejak lama menggunakan pengisian sistem barcode my Pertamina yang sesuai dengan plat nomor kendaraan. Bila tidak sesuai, tidak akan diisi.
Baca Juga: PHR Buka Program Magang Kerja Batch 9
"Solusinya itu tadi, kuota BBM masuk setiap hari sesuai kuota masing-masing SPBU. Kalau itu jalan, antrean tak akan seperti ini," tegas Masran. (dac)
Editor : M. Erizal