Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Luar Biasa! Belasan Ribu Peserta Pawai Taaruf Jalan Kaki Penuh Semarak, Telukkuantan Macet Total

Desriandi Candra • Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:56 WIB
Sekda Kuansing Zulkarnain ST MSi bersama istri, Asisten III Drs Azhar MM bersama istri memimpin pawai taaruf kafilah Kabupaten Kuansing saat pembukaan MTQ Riau, Sabtu (27/6/2026) di ruas Jalan Simpang Tiga-A Yani Teluk Kuantan. (Desriandi Candra/Riaupos.co)
Sekda Kuansing Zulkarnain ST MSi bersama istri, Asisten III Drs Azhar MM bersama istri memimpin pawai taaruf kafilah Kabupaten Kuansing saat pembukaan MTQ Riau, Sabtu (27/6/2026) di ruas Jalan Simpang Tiga-A Yani Teluk Kuantan. (Desriandi Candra/Riaupos.co)

TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Luar biasa. Pelaksanaan pawai taaruf 12 kabupaten/kota yang dipusatkan di simpang tugu pelajar Simpang Tiga Telukkuantan-Jalan Ahmad Yani, Sabtu (27/6/2026) berlangsung semarak. 

Iring-iringan pawai taaruf berjalan kaki itu dimulai pukul 09.00 WIB. Masing-masing peserta pawai 12 kabupaten/kota menampilkan identitas daerah masing-masing. Ada yang membawa iringan lukah gilo, aksi kompang, tulisan juz amma, tradisi khatam mengaji, aksi himbauan menjaga lingkungan dari kerusakan, aksi mancing band yang rata-rata mengiringi barisan pawai taaruf berjalan kaki kabupaten/kota.

Kabupaten/kota rata-rata membawa peserta mulai forkompinda, pejabat eselon II, III, IV, kecamatan, kepala desa, TPKK, kepala sekolah dan kelompok peserta pawai lainnya yang jumlahnya di atas 1000 orang.

Baca Juga: BBM Baru B50, Lompatan dengan Banyak Catatan

Kuansing yang menjadi tuan rumah, mengerahkan peserta pawai taaruf berjalan kaki paling banyak. Yakni 8.500 orang. Terdiri dari dinas dan badan, 16 kecamatan, 229 desa/kelurahan, sekolah dan kelompok lainnya.

Iring-iringan peserta pawai taaruf tuan rumah mendapatkan sambutan hangat masyarakat Kuansing. Ada penampilan tradisi mengantar limau dari Lubuk Jambi Kecamatan Kuantan Mudik, mengantar anak lancar dari Sentajo Raya, sunatan rasul Kecamatan Kuantan Tengah, serta berbagai tradisi yang tersebar di semua kecamatan di Kuansing.

Pawai taaruf ini di mulai dengan iringan kafilah dari Kabupaten Rohul, Dumai, Bengkalis, Inhu, Inhil, Kampar, Kota Pekanbaru, Siak Sri Indrapura, Rohil, Pelalawan, Kepulauan Meranti dan Kabupaten Kuansing.

Baca Juga: Melintasi Selat Hormuz Wajib Kantongi Izin Teheran, Iran Bahas Tata Kelola Bersama Negara Tetangga

Pawai taaruf berjalan kaki disambut hangat Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA bersama istri, Plt Gubernur Riau H SF Hariyanto, Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM serta bupati dan walikota se Riau, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan serta undangan lainnya yang memberikan lambaian tangan pada iring-iringan pawai taaruf yang melintas. 

Aksi pawai taaruf berjalan kaki ini pun, mengundang perhatian seluruh masyarakat Kuansing terutama yang ada di Teluk Kuantan. Ruas jalan utama Teluk Kuantan yang menjadi rute pawai taaruf berjalan kaki itu, macet total.

Masyarakat dan peserta yang mencapai 17 ribu orang itu, tumpah ruah mewarnai ruas jalan kota Teluk Kuantan di tengah cuaca yang panas terik.

Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM menyebutkan, dengan MTQ Riau tahun 2026 di Kabupaten Kuansing bisa mempertautkan silaturrahim.  MTQ Riau bukan hanya melahirkan siap yang menjadi terbaik. Tetapi ikut membangun karakter masyarakat qurani yang jujur, disiplin, amanah serta mencintai ilmu pengetahuan dan syarak bersendi kitabullah. Artinya adab Melayu tidak pernah dipisahkan dengan ajaran Islam.

Di MTQ Riau di Kuansing, juga dipadukan dengan tradisi pacu jalur Rayon II. Pacu jalur memiliki makna bersatu padu yang peradabannya di bingkai dengan gotong royong, persahabatan, persaudaraan.

Dalam MTQ Riau, juga akan di langsung pawai taaruf perahu hias di sungai Kuantan. Dimana tamu-tamu undangan akan ikut menghilir sungai Kuantan dengan menggunakan mahakarya budaya Kuansing yang disebut dengan Perahu Baganduang. Perahu Baganduang adalah perahu adat kebesaran.

Baca Juga: Tanjung Verde Menjadi Negara Terkecil yang Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia

"Dan kita akan menaikinya bersama sambil menyaksikan berlangsungnya pawai perahu hias dan pacu jalur Rayon II," kata Suhardiman Amby

Perahu Baganduang bukan saja alat transportasi air, melainkan simbol persatuan, kebersamaan dan kemuliaan adat. Peerahu ini menggambarkan semangat masyarakat Kuansing yang hidup bergotong-royong sehingga sekata, sehati, sejalan dalam filosofi melayu satu perahu hanya akan sampai ke tujuan apabila seluruh pendayung, pergerak seirama dan berakhir bersama-sama demikian pengembangan daerah dan bangsa. Hanya akan berhasil apabila pemerintah, ulama, umarah, tokoh adat, seluruh masyarakat berjalan seiring sejalan.(dac)

Editor : Edwar Yaman
#jalan kaki #pawai taaruf #kuansing #mtq riau