TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Kantor Desa Muara Bahan Kecamatan Singingi Hilir, Sabtu (27/6/2026) hangus terbakar di lalap api. Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.
Kobaran api yang besar dan berlangsung sangat cepat di tengah cuaca panas terik, membuat bangunan Kantor Kepala Desa yang dibangun swadaya masyarakat itu, tidak bisa diselamatkan lagi.
Syukurnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. “Bangunan kantor habis semua, tidak bisa di selamatkan,” ungkap Camat Singingi Hilir Andhi Syamsul melalui Kasi Trantib Kecamatan Singingi Hilir Sespriadi.
Baca Juga: Pembangunan Gedung SR Sudah 76 Persen
Menurut Sespriadi, sebagian besar dokumen desa juga ikut terbakar dalam peristiwa itu. Hanya sebagian kecil yang bisa di selamatkan.
Untuk penyebab kebakaran, hingga kini belum bisa dipastikan. Begitu juga kerugian yang terjadi dalam peristiwa kebakaran itu, masih dalam penghitungan.
Baca Juga: Pembangunan Gedung SR Sudah 76 Persen
Saat mendapatkan laporan dari Desa Muara Bahan, dia langsung menghubungi Kasat Pol PP-PKP Kuansing, Rio Kasyter Wandra. Mengingat jarak yang jauh dari Telukkuantan dan membutuhkan waktu lebih kurang 2 jam sampai ke lokasi, tidak memungkinkan untuk pengiriman mobil pemadam kebakaran. Apalagi, kebakaran sedang berlangsung.
Makanya, mobil pemadam kebakaran tidak jadi diluncurkan dari Telukkuantan. “Kalau pun diluncurkan mobil pemadam kebakaran dengan jarak tempuh sekitar 2 jam, juga tak akan bisa menyelamatkan kantor kepala desa, pasti tinggal puing saja. Sebab, saat itu, ketika kami mendapatkan informasi, kebakaran sudah terjadi,” kata Sespriadi.
Saat ini, Camat Singingi Hilir bersama perangkat desa sedang bermusyawarah mencari solusi Kantor Kepala Desa sementara agar aktivitas pelayanan desa tetap bisa berjalan.
Kasat Pol PP-PKP Riokasyter Wandra yang dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya peristiwa kebakaran yang melanda Kantor Desa Muara Bahan. Hasil koordinasi dengan pihak Kecamatan Singingi Hilir, dengan jarak yang jauh dan waktu perjalanan yang lama, tidak memungkinkan pengiriman bantuan mobil kebakaran.
Sebab, saat sampai di lokasi, kantor desa tidak akan bisa lagi diselamatkan. Di mana untuk sampai ke lokasi perlu waktu sekitar 2 jam perjalanan. Belum lagi unit pemadam kebakaran dan personel stanby di acara pembukaan MTQ Riau.
“Yang menjadi kendala kita bila peristiwa kebakaran terjadi jauh dari Telukkuantan, kita tidak bisa berbuat banyak,” ujar Rio.(lim)
Laporan DESRIANDI CANDRA, Telukkuantan
Editor : Arif Oktafian