Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Asyik Mendulang Emas, Seorang Remaja Meninggal karena Tertimbun, Kapolres Kuansing Sampaikan Belasungkawa dan Imbau Kontrol Aktivitas Anak

Desriandi Candra • Selasa, 14 Juli 2026 | 10:42 WIB
Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH. (Istimewa)
Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH. (Istimewa)

 

TELUKKUANTAN(RIAUPOS.CO) - Seorang remaja asal Desa Pulau Banjar Kari Kecamatan Kuantan Tengah, AP (15) Senin (13/7/2026), sekitar pukul 17.30 WIB, ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun longsoran tanah tebing. 

Saat itu, AP sedang asik mencari emas dengan cara mendulang di daerah Kelurahan Sungai Jering Kecamatan Kuantan Tengah. Namun sayang, saat tengah asyik mencari emas dengan menggunakan alat dulang, tanah tebing di lokasinya mendulang longsor. Longsoran itu langsung menimbun AP. 

"Lubang tempat tertimbunnya korban, berdiameter sekitar 2 meter dan kedalaman lubang sekitar 3 meter serta ketinggian tebing lebih kurang 7 meter," ungkap Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH, Selasa (14/7/2026) pada Riaupos.co.

Baca Juga: Dekranasda Tampilkan Beragam Produk Kerajinan di HUT Ke-46 Dekranas di Sulsel

Kapolres Hidayat Perdana menjelaskan, di lokasi ditemukan peralatan dulang, satu buah ember, karpet dan cangkul.

Setelah korban selesai dievakuasi, jajaran Polsek Kuantan Tengah menyarankan untuk dibawa ke RSUD untuk dilakukan autopsi. Tetapi pihak keluarga menolak dan langsung membawa korban ke rumah duka.

Dari keterangan ibu korban, Susi, kalau AP sejak tamat sekolah SMP kesehariannya memang suka mencari emas dengan cara tradisional. Dia pun membenarkan kalau AP meninggal dunia karena tertimbun tanah akibat mencari emas secara manual dengan menggunakan dulang dan ember.

Baca Juga: Thomas Tuchel Catat Rekor Pribadi

Teman korban Abi (16) dan Alpin (18), kata Kapolres Hidayat Perdana, Senin (13/7/2026) sekitar kpukul 17.30 WIB, korban mengajak temannya Sdr. Abi untuk pergi mencari emas, sampai di lokasi hari sudah mulai gelap. AP pun  meminta kedua temannya itu mencari senter.

Pada saat Abi dan Alpin pergi mencari senter, rupanya korban sudah mulai mencari emas. Pada saat Abi dan Alpin kembali, mereka melihat tebing sudah longsor dan melihat korban sudah tertimbun.

Kemudian sekira pukul 19.30 WIB, Abi pergi memberitahukan langung kepada orang tua korban dan bersama keluarga korban, Abi kembali ke tempat korban tertimbun.

Baca Juga: Satu Tahun Hadir di Indonesia, Suzuki Fronx Catatkan Sejumlah Prestasi

Sementara menurut Kepala Desa Pulau Banjar Kari Sudirman, AP baru tamat SMP. Korban akan dikebumikan oleh pihak keluarga besok, hari ini di TPU Desa Pulau Godang Kari.

Sudirman pun membenarkan bahwa orang tua dari korban menolak untuk dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan menolak autopsi.

Kapolres Kuansing Hidayat Perdana dengan kejadian ini menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang terjadi.

Baca Juga: Luxury July, Nginap di Hotel Mutiara Merdeka Mulai dari Rp499 Ribu

Kapolres mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas PETI atau mencari emas. Selain merusak lingkungan, PETI atau mencari emas memiliki risiko yang tinggi. Apalagi anak-anak atau remaja yang tidak menyadari tingkat kerawanan dan risiko di lokasi. 

"Lihatlah, beberapa korban yang tertimbun dan meninggal di lokasi PETI, banyak anak-anak dan remaja. Mereka tidak tau apa risiko dan kerawanan di lapangan. Saya menghimbau para orang tua mengontrol aktivitas anak-anaknya. Lakukan pencegahan jika melakukan aktivitas mencari emas," ujarnya.(dac)

Editor : M. Erizal
#ditemukan meninggal #kuansing #tertimbun longsor