TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Masyarakat Kabupaten Kuansing diminta waspada dengan kasus demam berdarah (DBD). Pasalnya, terjadi peningkatan kasus DBD dalam enam bulan terakhir.
Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kuansing, dalam enam bulan terakhir terjadi 251 kasus DBD. Puncaknya terjadi pada bulan Mei 2026 dengan 100 kasus DBD.
Ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kuansing Aswandi SKM melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kuansing, Helma Muliani SFarm APt, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga: ALAMAAAK!!! Tak Bisa Sebut Nama!
"Jadi memang ada peningkatan kasus DBD selama enam bulan ini," ujarnya.
Dijelaskan Helma Muliani, pada bulan Januari terdapat 19 kasus DBD. Lalu Februari meningkat menjadi 23 kasus, Maret 29 kasus, April meningkat 64 kasus, Mei meningkat menjadi 100 kasus dan Juni turun menjadi 16 kasus.
Dinas Kesehatan Kuansing sebenarnya sudah mengeluarkan surat edaran waspada DBD di awal tahun 2026. Menghimbau untuk melakukan kegiatan kesehatan masyarakat, mengajak masyarakat gotong royong melakukan 3 M (menguras, membersihkan dan menimbun) tempat-tempat penampungan air, menggunakan obat nyamuk atau kelambu, memastikan logistik rapid DBD tersedia, pembagian abate, serta lakukan fogging.
Baca Juga: Public Exhibition New Vario EVO 160 Berlangsung Meriah
Penyebab peningkatan kasus DBD yang terjadi dalam enam, bisa oleh faktor lingkungan dan cuaca, seperti curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak genangan air yang menjadi sarang nyamuk, perubahan iklim, sanitasi buruk.
Perilaku manusia juga mempengaruhi. Kurang peduli dengan pencegahan 3M, daya tahan tubuh yang menurun.
Hingga sejauh ini, belum ada kasus meninggal yang ditemukan oleh petugas Dinas Kesehatan. (dac)
Editor : M. Erizal