Enam Bulan, DBD di Kuansing Capai 251 Kasus

Muslim Nurdin • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 09:33 WIB
Helma Muliani. (JPG)
Helma Muliani. (JPG)

KUANSING (RIAUPOS.CO) - Masyarakat Kabupaten Kuansing diminta waspada dengan kasus demam berdarah (DBD). Pasalnya, dalam enam bulan terakhir terjadi peningkatan kasus.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kuansing, peningkatan kasus puncaknya terjadi pada Mei 2026 dengan 100 kasus DBD. 

Ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kuansing Aswandi SKM melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kuansing Helma Muliani SFarm APt, Selasa (28/7). “Memang ada peningkatan kasus DBD selama enam bulan ini,” ujarnya. 

Baca Juga: Kuasa Hukum Bupati Kuansing Nonaktif Suhardiman Amby Sebut Tidak Ajukan Prapid

Dijelaskan Helma Muliani, pada Januari terdapat 19 kasus DBD. Lalu Februari meningkat menjadi 23 kasus, Maret 29 kasus, April meningkat 64 kasus, Mei meningkat menjadi 100 kasus dan Juni turun menjadi 16 kasus. 

Dinas Kesehatan Kuansing sebenarnya sudah mengeluarkan surat edaran waspada DBD di awal tahun 2026. Mengimbau untuk melakukan kegiatan kesehatan masyarakat, mengajak masyarakat gotong royong, dengan  melakukan 3 M (menguras, menutup dan menimbun) tempat-tempat penampungan air, menggunakan anti nyamuk atau kelambu, memastikan logistik rapid DBD tersedia, pembagian abate, serta lakukan pengasapan.

Penyebab peningkatan kasus DBD yang terjadi dalam enam bulan terakhir bisa disebabkan oleh  faktor lingkungan dan cuaca, seperti curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak genangan air yang menjadi sarang nyamuk, perubahan iklim, sanitasi buruk.

Baca Juga: Aksi Tegas Polsek Singingi, Dua Unit PETI Jenis Dompeng Dimusnahkan di Sungai Monang

Perilaku manusia juga mempengaruhi. Kurang peduli dengan pencegahan 3M, daya tahan tubuh yang menurun. Hingga sejauh ini, belum ada kasus meningal yang ditemukan oleh petugas Dinas Kesehatan.(lim)

Laporan DESRIANDI CANDRA, Telukkuantan

Editor : Arif Oktafian
demam berdarah dinas kesehatan kuansing kuansing dbd