TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Setelah empat hari proses belajar mengajar murid-murid PAUD, TK, SD, SMP negeri dan swasta di Kabupaten Kuansing diliburkan dan harus menjalankan proses belajar mengajar jarak jauh (daring) karena kabut asap, Selasa (1/9/2026), Pemkab Kuansing memutuskan, pembelajaran tatap muka dimulai Rabu (2/9/2026).
Keputusan ini diambil setelah dalam rapat bersama Dinas DLH, Dinas Kesehatan, Disdikpora dan BPBD Kuansing sepakat untuk memulai pembelajaran tatap muka kembali.
"Jadi tadi sudah sepakat, untuk pembelajaran tatap muka dimulai Rabu (2/9/2026)," ungkap Pj Sekda Kuansing Drs Muradi MSi, usai memimpin rapat bersama.
Baca Juga: PT Timah Perpanjang IUP Meranti Meski Aktivitas Eksploitasi Telah Lama Terhenti
Menurut Muradi, keputusan pembelajaran tatap muka dimulai setelah melihat kondisi asap dan kualitas udara yang disampaikan oleh Dinas DLH Kuansing membaik.
"Meski masih berstatus tidak sehat, tetapi sudah jauh membaik. Indeks angka kualitas udara sudah ada yang di bawah angka 100 dan 150," ujar Muradi.
Begitu juga dengan angka serangan ISPA yang disampaikan Dinas Kesehatan juga sudah jauh menurun dibandingkan beberapa hari kemaren. Bahkan tidak ada masyarakat Kuansing yang harus dirawat inap secara intensif.
Baca Juga: Selama Pacu Jalur, Ternyata Pemkab Kuansing Raih PAD Rp792 Juta Lebih
"Maka berdasarkan kondisi itu, kita putuskan kalau mulai Rabu 2 September 2026, mulai pembelajaran tatap muka seperti biasa," kata Muradi.
Namun proses pembelajaran tatap muka ini akan terus dievaluasi di lapangan. Melihat perkembangan kualitas udara.
"Kalau kembali memburuk, tentu akan kita terapkan kembali pembelajaran daring. Tapi mudah-mudahan kualitas udara terus semakin membaik. Sehingga proses belajar mengajar kembali normal seperti biasa," ujar Muradi.
Editor : Rinaldi